Busway Mogok, Jokowi: Masa PT-nya Gak Mau Gaji Sopir

Foto: Sayangi.com/Chapunk

Jakarta, Sayangi.com – Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menyesalkan terjadinya pemogokan yang dilakukan sejumlah sopir Bus Transjakarta pagi tadi. Menurutnya, tindakan para sopir dapat menggangu sirkulasi pelayanan transportasi masyarakat.

“Mengganggu, jelas dong,” katanya di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (6/12).

Namun, Mantan Walikota Solo itu tidak paham betul mengapa tindakan boikot para sopir itu terjadi. Menanggapi tentang faktor keterlambatan gaji sebagai pemicunya, Jokowi mempertanyakan dana cadangan yang semestinya telah disiapkan oleh operator.

“Apanya keterlambatan, saya engak mengerti. Masa operator tidak punya duit. Masa PT-nya tidak punya duit untuk gaji sopir saja, berarti tidak modal itu PT-nya. Sopirnya memang harus dibayar toh,” katanya.

Sebelumnya Kepala Unit Pengelola (UP) TransJakarta Pargaulan Butar Butar, mengatakan tidak beroperasi dua koridor busway tersebut dikarenakan sopirnya mogok. Ini terkait dengan pembayaran gaji yang lambat.

Ada 34 bus TransJ biasa dan 13 bus TransJ gandeng yang tak beroperasi akibat pemogokan pagi tadi. Namun, Unit Pengelola TransJ telah mendatangkan bus cadangan dari operator bus lainnya untuk mengantisipasi terbengkalainya penumpang.(GWH)