Fuad Bawazier: Kalau Boediono Bukan Wapres, Dia Sudah Dipenjara

Foto: Sayangi.com/Dok

Jakarta, Sayangi.com – Mantan Menteri Keuangan RI Fuad Bawazier mengkritik kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terkesan takut mengungkap Skandal Century yang diduga melibat Wakil Presiden Boediono. Menurut Fuad, jabatan Boediono yang kini sebagai orang nomor dua di negeri ini, berpengaruh terhadap statusnya di mata hukum.

Politisi Partai Hanura ini juga menegaskan bahwa alasan bailout (penalangan) Bank Century akan terjadi dampak sistemik adalah alasan yang mustahil. Alasannya karena bank tersebut merupakan bank kecil.

“Bank Century itu bank kecil, mana ada dampak sistemiknya? Kasus ini bagi saya sudah sangat terang benderang. Kalau saja (dalam keyakinan saya) jika Boediono bukan wapres, mungkin saja dia saat ini sedang menjalani masa hukuman,” kata Fuad dalam acara Pengajian Bulanan Pimpinan Pusat Muhammadiyah bertajuk” Quo Vadis mega skandal Century”, di Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (6/12/2013).

Dalam pengajian yang di dalamnya digelar diskusi tersebut, hadir juga anggota DPR RI dari Fraksi PPP Achmad Yani, Ketua Pusat Kajian Anti-Korupsi dari UGM Oce Madril, serta Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin.

Selain itu, Fuad Bawazier mengaku tidak kaget dengan kasus yang merugikan negara sebesar Rp6,7 triliun tersebut jika menyeret Boediono. Sebab, mantan Gubernur Bank Indonesia tersebut memang ‘bermasalah’ sejak lama.

“Jujur saja, dulu waktu saya jadi menteri, saya dapat perintah dari Pak Hamzah Haz, orang ini (Boediono) berhentikan saja. Makanya saya tidak kaget sekali waktu Kasus Century nama orang ini disebutkan. Dia itu (Boediono) Spesialis pembobol Bank,” ungkap Fuad Bawazier.

Sementara itu Oce Madril mempertanyakan langkah DPR yang menghentikan pengusutan kasus Century.

“Mengapa DPR tidak mau melanjutkan ke tahap selanjutnya setelah pansus selesai dan dengan kesimpulan bahwa ada kesalahan dalam proses bailout terhadap bank century?” ujarnya.

Menanggapi pertanyaan tersebut, politisi PPP yang juga anggota Komisi III DPR RI mengaku bahwa dirinya tidak punya wewenang dalam memutuskan kebijakan partai. Apalagi kata dia, statusnya hanyalah ‘bawahan’.

“Kita ini prajurit, sehingga waktu itu kita tidak tahu apa yang terjadi sehingga prosesnya tidak dilanjutkan oleh DPR”

Oce juga mengungkapkan kesalahan-kesalahan dalam mega skandal Bank Century.

“Jangan lupa, ada tiga kesalahan dalam mega skandal ini, pertama soal FPJP, kedua soal bailout itu sendiri, dan yang ketiga itu soal aliran dana bailout tersebut,” jelasnya.

“Semua fakta hukum telah diungkap oleh tim pansus dan KPK, mana mungkin hanya ada satu tersangka saja?” (MI)