Gaji Sopir Terlambat, Ahok Ancam Ambil Alih Busway

Foto: Sayangi.com/emil

Jakarta, Sayangi.com – Lambatnya pembayaran gaji yang membuat sopir busway Koridor V dan VII mogok mendapat perhatian khusus dari Wakil Gubenur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Dia bahkan mengancam akan mengambil alih pengelolaan busway dari operator.

“Kalau pengusaha nakal seperti itu, kami terpaksa mengambil alih. Kami punya BUMD kan kami punya uang kekuasan, kalau Anda nggak bisa, akan kami ambil alih,” tegasnya di Balai kota, Jakarta (6/12).

Namun, Ahok belum berencana mencabut hak izin usaha operator tersebut. Ia masih harus mempelajari permasalahannya.

“Saya lihat dulu salahnya di mana. Nanti kalau bus datang, silahkan aja loncat ama kita. Operator bagus silahkan tetap beroperasi, banyak orang kan bagus buat pembanding,” pungkasnya.

Kemarahan Ahok, ini muncul saat mengetahui aksi mogok para sopir bus Transjakarta koridor V (Kampung Melayu-Ancol) dan koridor VII (Kampung Melayu-Kampung Rambutan). Alasan pemogokan di karenakan para supir belum mendapatkan bayaran gaji yang mesti telah di terimanya.

Seperti di ketahui, Untuk beberapa supir bus Trans Jakarta Koridor V dan VII yang melakukan Aksi Mogok tersebut, selama ini pengelolaannya berada di bawah naungan operator Lorena.(GWH)