Ketua MPR : Mandela Kaget, Gambar Soekarno Tak Terpajang di Museum Asia-Afrika

Sayangi.com

Jakarta, Sayangi.com – Ketua MPR-RI Sidarto Danusubroto mengenang kisah kedatangan Nelson Mandela ke Bandung. Kunjungan itu, kenang Sidarto, antara tanggal 19-22 Oktober tahun 1990. Kebetulan ketika itu Sidarto menjabat Kapolda Jawa Barat.

Namun alangkah kagetnya Mandela, saat tidak didapati gambar Soekarno di gedung itu. “Where is the picture of Soekarno. Every leaders from Asia Africa came to Bandung because Soekarno, where is his picture? (Mana gambar Soekarno. Seluruh pemimpin di Asia Afrika datang ke Bandung karena Soekarno. Mana gambarnya?),” protes Mandela membuat kelabakan Pemprov Bandung ketika itu.

Di gedung bersejarah bagi bangsa-bangsa Asia dan Afrika itu yang ada hanya gambar Roeslan Abdulgani dan Ali Sastroamidjojo. “Itu pertanda betapa hebatnya proses de-Soekarnoisasi ketika itu,” ucap Sidarto yang dalam karir polisinya sempat menjadi ajudan Sang Proklamator.

Sepenggal kisah itu ditulis Sidarto dalam memoarnya berjudul “Sidarto Danusubroto Ajudan Bung Karno: Sisi Sejarah Yang Hilang Masa Transisi Di Seputar Supersemar”. Dalam buku itu Sidarto menulis bagaimana Mandela terkesan dengan pidato pembukaan Soekarno dalam Konferensi itu.

“Kalau saya melayangkan pandangan saya dalam gedung ini dan melihat para tamu yang terhormat berkumpul di sini, saya sungguh terharu. Inilah konferensi antarbenua yang pertama dari bangsa-bangsa kulit berwarna sepanjang sejarah umat manusia!,” kata Soekarno, saat berpidato ketika itu.

Memang, Konferensi itu dihadiri para pemimpin Asia-Afrika, antara lain pemimpin China Chou En Lai, pemimpin Vietnam Ho Chi Minh, Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru, Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser, Raja Kamboja Norodom Sihanouk dan lainnya.

Pidato Soekarno, tulis Sidarto, menjadi inspirasi pemimpin-pemimpin Afrika, termasuk Nelson Mandela untuk membebaskan bangsanya dari penjajahan. Tak lama setelah itu, satu per satu bangsa-bangsa di Asia-Afrika yang masih dijajah memerdekan dirinya.

Penting pula dicatat, sejak kunjungan pertama Mandela ke Indonesia setelah dibebaskan dari penjara pada 1990, Mandela kagum dengan batik yang kemudian dikenakannya dalam acara-acara resmi kenegaraan, termasuk saat membuka event Piala Dunia di negaranya.

Kekaguman Mandela kepada Soekarno juga diperlihatkan saat Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri berkunjung ke Johannesburg yang kala itu menjadi ibu kota Afrika Selatan, pada September 2002. Di sana, tulis Sidarto, Mandela menemui Presiden Megawati ke Johannesburg sebagai putri Bung Karno yang dikaguminya.

Tidak bisa dipungkiri, Soekarno memang pemimpin besar dunia yang dikagumi bangsa-bangsa Asia, Afrika, Semenanjung Balkan dan Amerika Latin. Sayang sekali bila bangsa Indonesia justru menyia-nyiakannya. (MD/Ant)