PA Tidak Tolerir Kadernya Lakukan Intimidasi

wikipedia

Banda Aceh, Sayangi.com – Juru Bicara (Jubir) Partai Aceh (PA), Fakhrurrazi menyebutkan partainya tidak mentolerir sedikitpun kadernya melakukan intimidasi dalam melakukan pemenangan pemilu legislatif 2014 mendatang.

“Tidak ada himbauan dari pimpinan partai melakukan intimidasi dalam pemilu,” kata Jubir PA, Fahkrurrazi, Sabtu (7/12) di Banda Aceh.

Menurut dia, ini selaras dengan arahan dari Wali Nanggroe, Malek Mahmud pada Milad GAM beberapa waktu lalu yang meminta seluruh kader Partai Aceh untuk tetap menjaga perdamaian di Aceh. Serta harus tetap menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi.

Selain itu, kata Fakhrurrazi, PA harus bersatu dan memperkuat kebersamaan, jangan sampai terpecah belah menjelang pemilu. Karena, PA selaku partai yang memiliki suara mayoritas di Aceh tetap harus berjuang untuk memenangkan kembali pada pemilu mendatang.

“Ini amanah besar yang ada di pundak PA, karena rakyat mempercayakan PA 60 persen Bupati seluruh Aceh dan 48 persen suara di parlemen. Kedepan PA harus bisa mencapai 60 persen suara di parlemen,” tukasnya.

Kalaupun ada ditemukan melakukan intimidasi, sebutnya, itu tidak boleh melibatkan partai. Akan tetapi oknum partai, karena pimpinan tidak memberi ruang pada kadernya untuk melakukan intimidasi. Justru, pimpinan meminta kadernya di seluruh Aceh untuk memberikan pendidikan politik dan pendekatan secara persuasif.

“Kalau ada itu oknum, jadi semua kita serahkan pada pihak kepolisian untuk mengusutnya, tidak boleh melibatkan partai,” tambahnya.

Tambahnya, selama ini justru PA juga mengalami intimidasi oleh pihak-pihak tertentu saat memasang atribut partai. Kendati demikian, Fakhrurrazi ini menilai sebagai sebuah proses pendewasaan politik yang sedang dibangun di Aceh. (VAL)

Berita Terkait

BAGIKAN