KPK Periksa Tri Yulianto di RS Sudah Seizin Dokter

Foto: Sayangi.com/Chapunk

Jakarta, Sayangi.com – Kemarin atau Jumat (6/12), tim penyidik Komisi Pemebrantasan Korupsi (KPK) memeriksa Tri Yulianto di Rumah Sakit Premiere, Jatinegara, Jakarta Timur. Anggota DPR dari Komisi VII tersebut diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi di SKK Migas dengan tersangka mantan Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini, dan pelatih golfnya, Deviardi.

Pemeriksaan yang terkesan tak manusiawi (karena Tri masih terbaring di rumah sakit) tersebut, menurut Juru Bicara KPK Johan Budi sudah atas seizin dokter.

Dijelaskan Johan, KPK sebelum memeriksa Tri Yulianto telah menanyakan pendapat dokter mengenai kemungkinan yang bersangkutan di Gedung KPK pada Jumat (6/12). Akan tetapi dokter menilai Tri tidak bisa diperiksa di Gedung KPK.

“Masih butuh waktu dirawat di rumah sakit. Lalu kita tanya memungkinkan enggak kita periksa di rumah sakit, dijawab memungkinkan. Akhirnya, kita periksalah di rumah sakit,” kata Johan, Sabtu (7/12).

Tim penyidik KPK memeriksa Tri Yulianto selama 8 jam. Tri diperiksa mulai pukul 10.00 hingga pukul 16.00 WIB. Pemeriksaan dilakukan oleh dua penyidik.

Diceritakan Johan, sehari sebelum pemeriksaan, Kamis (5/12), tim penyidik KPK telah datang ke RS Premiere. Tim penyidik datang untuk mengecek langsung kesehatan Tri. Saat itu, tim penyidik datang dengan membawa dokter.

“Memang benar dia sakit, habis operasi,” terangnya.

Pemeriksaan ini, lanjut Johan, terpaksa dilakukan, karena berkas perkara kasus dugaan korupsi SKK Migas sudah hampir rampung (P21).

“Keterangan dia diperlukan agar berkas suap SKK migas segera bisa dinaikan ke proses penuntutan,” katanya.

Johan memprediksi sepekan hingga dua pekan ini, berkas perkara dengan tersangka Rudi Rubiandini dan pelatih golfnya, Deviardi sudah dilimpahkan ke tahap penuntutan sehingga bisa segera disidangkan.

Diketahui nama Tri Yulianto mencuat saat persidangan Komisaris PT Kernel Oil, Simon Gunawan Tanjaya yang juga sebagai tersangka. Saat itu mantan kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini menjadi saksi dan menyebutkan bahwa SKK Migas pernah membagikan uang THR ke sejumlah anggota DPR RI Komisi VII sebesar USD 200.000 melalui Tri Yulianto.(GWH)