Bamsoet: Jika Tak Paham Masalah, Jubir Demokrat Jangan ‘Asbun’

Foto: Sayangi.com/Chapunk

Jakarta, Sayangi.com – Anggota Timwas Century DPR RI, Bambang Soesatyo mengatakan, juru bicara Partai Demokrat M. Ikhsan Modjo agar lebih cermat dalam mengemukakan argumentasi terkait pemanggilan Timwas kepada Wakil Presiden Boediono dalam skandal kasus dugaan korupsi Bank Century.

“Kami menyesalkan sekaligus mengingatkan juru bicara partai Demokrat agar lebih cermat dalam mengemukakan argumentasi. Kalau tidak paham persoalan dan belum paham betul soal politik jangan bicara asbun,” kata Bamsoet – panggolan akrab Bambang Soesatyo kepada Sayangi.com, Sabtu (7/12).

Menurut Bamsoet, adalah keliru kalau pemanggilan Boediono itu adalah keinginan sebagian Timwas. Karena dalam rapat tersebut keputusan diambil secara musyawarah mufakat (tanpa voting), dipimpin oleh wakil ketua DPR Pramono Anung. Lantaran sudah menjadi keputusan rapat, dan tercatat dalam notulen dan lembaran negara, menurut Bamsoet, maka hal itu sudah menjadi keputusan resmi dewan atau DPR untuk mengundang Boediono hadir pada rapat Timwas 18 Des 2013 mendatang.

Bamsoet juga menyinggung soal kasus Lumpur Lapindo, di Sidoarjo, Jawa Timur. Menurut Bamsoet, kasus Lapindo bukanlah kasus yg diselesaikan secara politik. Tapi kasus hukum yang sudah diputuskan secara hukum (inkrah) sampai tingkat MA. Yakni, bencana alam dan menghukum ganti rugi. Demikian juga dengan BLBI. Sudah selesai baik secara politik maupun hukum. Semua Pejabat Tinggi BI yang terlibat sudah dihukum dan masuk penjara.

“Kecuali Boediono. Berbeda dengan kasus Bank Century yang diduga dirampok menjelang pemilu bermodus kebijakan. Dan hingga kini skandal masih ditangani secara politik di DPR dan secara Hukum di KPK, Kejaksaan dan Kepolisian,” pungkasnya.

Dikatakannya, tugas Timwas Century sesuai keputusan Paripurna DPR adalah mengawasi penyelesaian skandal tersebut secara tuntas dan menyeluruh, sekaligus memastikan proses hukum di KPK, Kejaksaan dan Kepolisian berjalan dengan baik. Pemanggilan kepada pihak-pihak lain, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari fungsi pengawasan sesuai keputusan Paripurna DPR dan sejalan dengan kewenangan yg diberikan UU No. 27 Tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD.

“Pemanggilan Boediono dipastikan tidak akan mengganggu jalannya proses penegakan hukum yang kini sedang berlangsung di KPK. Tudingan bahwa proses hukum di KPK akan tergannggu, merupakan bentuk ketidakpercayaan Partai Demokrat kepada indepedensi lembaga pemberantasan korupsi tersebut. Dan itu patut disayangkan,” katanya.

Menurut Bamsoet, Timwas Century DPR menghimbau para pihak termasuk Partai Demokrat untuk ikut mendukung menuntaskan kasus Bank Century dan tidak menghalang-halanginya.  Baik proses hukum di KPK maupun proses politik di DPR. Sikap menghalang-halangi yang ditunjukan juru bicara Partai Demokrat diyakini hanya akan mengakibatkan kegaduhan politik yang tidak perlu.  Seharusnya juru bicara Partai Demokrat mendorong agar Mantan Gubernur BI Boediono bersikap koperatif dan menghormati undangan DPR. Bukan justru sebaliknya, memanfaatkan situasi tersebut untuk mencari popularitas dan menjadikannya panggung politik.

“Timwas Century sekali lagi menghimbau berbagai pihak termasuk kepada juru bicara Partai Demokrat untuk menghormati proses hukum dan politik yang sedang berlangsung di KPK dan DPR dengan tidak menunggangi kasus tsb utk kepentingan yg lain, selain  kepentingan bangsa dan negara,” katanya. (S2)