PKB Pertanyakan Alasan Polri Tunda Pemakaian Jilbab Polwan

Jakarta, Sayangi.com – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengatakan, penundaan Polisi Wanita (Polwan) menggunakan jilbab mestinya disertai dengan alasan yang jelas dan bisa diterima khalayak banyak. Apalagi penundaan Polwan menggunakan lambang busana agama itu dalam jangka waktu yang tidak ditentukan.

“Polri sebaiknya mengumumkan dan memberi patokan waktu, sampai kapan penundaan itu, sehingga ukurannya jelas dan dapat diterima semua pihak. Penundaan itu patut kita sayangkan, apalagi ini menyangkut keyakinan,” kata Ketua Fraksi PKB, Marwan Jafar saat dihubungi Sayangi.com, Sabtu (7/12).

Menurut Marwan, jika belum ada peraturan atau juklak dan juknisnya, maka hal secepatnya bisa dibikin, karena hal tersebut sifatnya peraturan internal polri. Dikatakannya, kalau rujukannya peraturan, bisa segara dibuat peraturan itu secara cepat.

“Di polri kan banyak tenaga ahlinya. Padahal, jika tidak dilakukan penundaan, polri akan mendapat apresiasi dari khalayak banyak, karena polri menghargai aspirasi mayoritas,” katanya.

Saat ditanya apakah penundaan Polwan menggunakan jilbab itu akan mengurasi simpati masyarakat kepada Polri, Marwan mengatan, bagi masyarakat yang ideologis, tentu simpatinya kapeda Polri berkurang.

“Tapi, bagi masyarakat yang sekuler, tentu menanggapi biasa-biasa saja. Tergantung melihatnya dari sudut pandang mana. Saran saya, sebaiknya Polri segera mengumumkan batas waktu penundaan itu, sehingga ada kepastian yang bisa dijadikan pegangan,” katanya. (S2)