Puluhan Homoseks dan Lesbian Nikah Massal Pekan Ini

Foto: ABC

Canberra, Sayangi.com – Radio Australia mengabarkan, puluhan pasangan sesama jenis akan berbondong-bondong melangsungkan pernikahan resmi mereka di Australia, akhir pekan ini.

Puluhan pasangan itu bergegas menikah sebagai antisipasi atas keputusan Mahkamah Agung terhadap nasib dan pro kontra UU Pernikahan Sesama Jenis – yang baru seumur jagung – yang digugat Pemerintah Federal Australia pekan ini. Jika Mahkamah Agung memutuskan untuk membatalkan UU tersebut, artinya tak akan ada lagi pernikahan sejenis yang boleh diresmikan di negeri kanguru itu.

Pasangan sejenis pertama yang mencatatkan ikatan pernikahannya adalah anggota parlemen Majelis Tinggi Australia Barat, Stephen Dawson. Pasangan ini mengikrarkan janji pernikahannya dalam upacara yang digelar tengah malam, tepat ketika UU Pernikahan Pasangan Sesama Jenis efektif diberlakukan. Pasangan ini memilih halaman rumput di luar gedung parlemen sebagai lokasi upacara pernikahan yang sudah mereka tunggu lama.

Dawson mengatakan, dirinya sudah lama sekali ingin memanggil pasangannya Dennis Liddelow dengan sebutan suami. “Saya senang malam ini saya bisa secara resmi mengucapkannya dan saya harap saya masih bisa memanggilnya dengan panggilan yang sama pekan depan. Saya berharap Mahkamah Agung akan mempertahankan aturan pernikahan sesama jenis ini,” katanya.

“Ini adalah soal bagaimana kami saling memproses rasa cinta diantara kami yang sudah berlangsung selama 10 tahun dan sampai saat ini kami tetap saling mencintai. Dan sekarang pada akhirnya untuk sesaat hubungan kami akan diakui hukum sebagai pernikahan yang sah,” ungkap Dawson bahagia.

Dawson juga mengatakan dia sengaja memilih halaman gedung parlemen sebagai lokasi pernikahannya, karena ingin menyampaikan pesan khusus. “Saya pilih tempat ini karena alasan simbolik. Saya rasa semua orang paham, kalau gedung parlemen ini adalah tempat membuat Undang-undangĀ  di negara ini, tapi parlemen sangat lamban dalam menyusun undang-undang terutama mengenai pernikahan sesama jenis.”

Sebanyak 40 pasangan sesama jenis lainnya telah mendaftarkan pernikahan mereka pekan ini dengan maksud agar bisa melangsungkan pernikahan secepatnya sebelum keputusan Mahkamah Agung mengenai Undang-undang Kesetaraan Pernikahan, yang menjadi payung hukum pernikahan mereka dinyatakan masih berlaku atau tidak pada Kamis (12/12) mendatang.

Gedung parlemen lama dan sejumlah tempat di sisi danau banyak disewa untuk perayaan pernikahan pasangan sesama jenis tersebut. (MSR)