Presiden Mendatang Orang Islam Yang Taat dan Cinta Tanah Air

Foto: Antara

Jakarta, Sayangi.com – Ketua Dewan Pembina Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Jenderal TNI (Purn) H. Djoko Santoso berharap Presiden dan Wakil Presiden RI mendatang bukan orang sekuler, melainkan figur yang nasionalis-religius.

“Segenap pengurus dan anggota IPHI berharap Presiden dan Wakil Presiden mendatang bukan orang-orang sekuler, melainkan figur yang nasionalis dan religius,” katanya kepada pers sebelum menghadiri acara pengukuhan pengurus Forum Pekerja Mandiri (FPM) periode 2013-2018 di Jakarta, Minggu pagi, seperti dikutip oleh Kantor Berita Antara.

Setelah pensiun pada 2010 dengan jabatan terakhir Panglima TNI, Djoko Santoso mendapat kepercayaan selaku Ketua Dewan Pembina pada Ormas IPHI dan FPM yang anggotanya tersebar di seluruh Indonesia. Selain itu ia duduk sebagai Ketua Dewan Pembina Sekretariat Gabungan (Setgab) Gerakan Kebangsaan yang beranggotakan 66 Ormas berskala nasional serta mendapat amanah selaku Ketua Dewan Penasihat pada Forum Sekretaris Desa Seluruh Indonesia (Forsekdesi) dan Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI).

Mantan Panglima TNI itu lebih lanjut mengemukakan, IPHI akan mendukung siapapun presiden dan wapres mendatang, asalkan mereka berpegang pada nasionalisme dan jati diri bangsa serta menjalankan perintah agama yang dianutnya dengan baik.

IPHI, menurut dia, mengharapkan pemimpin Indonesia mendatang adalah orang Islam yang cinta tanah air dan berkomitmen mengembalikan praktik penyelenggaraan negara kepada konsensus dasar negara ideologi Pancasila dan UUD 1945 serta memiliki tekad menerapkan sistem ekonomi Pancasila yang berkeadilan.

“Kita tidak ingin pemimpin Indonesia mendatang berpaham kapitalis-liberalis yang mengedepankan persaingan atau pasar bebas. Di banyak negara, faham dan praktik ideologi ini telah terbukti menyengsarakan rakyatnya,” kata Panglima TNI 2007-2010 yang pernah meraih penghargaan Bintang Mahaputra Adhi Pradana itu. Terkait kiprahnya pada Ormas IPHI yang kini beranggotakan 4,7 juta orang, Djoko Santoso kembali menegaskan bahwa para haji adalah ibarat pasukan elit bagi ummat Islam, sehingga mereka harus menjadi panutan bagi masyarakat luas.

“Kalau elitnya hebat, maka umat Islam akan maju dan sejahtera. Oleh sebab itu pengurus IPHI harus ikhlas dan meluangkan waktu menjadi pejuang untuk kemaslahatan umat,” kata tokoh sentral perdamaian Ambon saat menjabat Pangdam Pattimura pada 2002 itu.

Ia menambahkan, IPHI harus lebih mengedepankan “dakwah bilhal” (dakwah dengan perbuatan) dibanding “dakwah billisan” (dakwah dengan lisan) dengan menekankan pada aspek pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi ummat, sehingga keberadaaan Ormas tersebut kian bermanfaat untuk masyarakat. (MSR)