Dua Pembunuh Pejabat Siak Dihukum Mati

sayangi.com/doc

Pekanbaru, Sayangi.com – Majelis Hakim menjatuhkan vonis terberat kepada Purwanto dan Abdul Kholik alias Cakdoel yang dinyatakan bersalah karena membunuh Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Bengkalis Ahmad Ramli.

Dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Siak, Rabu (11/12), kedua tervonis hanya tertunduk lemas mendengar putusan yang dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Ria Neva. Sedangkan, keluarga dan korban dan pengunjung yang menyesaki ruang sidang berteriak menyambut putusan yang dinilai cukup adil itu.

Dalam putusannya, Hakim Ria Neva mengatakan kedua tervonis terbukti secara sah dan meyakinkan menjadi pelaku pembunuhan Ahmad Ramli pada 27 Juni 2013.

Fakta dalam persidangan juga menguatkan perbuatan dua tervonis itu sesuai dengan dakwaan jaksa penuntut umum, yang menjerat keduanya dengan Pasal 340 KUHP jo. Pasal 55 ayat 1 KUHP karena melakukan pembunuhan berencana.

“Dan tidak ada perbuatan yang meringankan terdakwa,” katanya.

Kasus pembunuhan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Bengkalis, Ahmad Ramli, pada Juni lalu sempat membuat kemarahan di tengah masyarakat karena dilakukan secara keji. Saat itu, jasad Ahmad Ramli ditemukan dengan kondisi mengenaskan di kebun kelapa sawit di Kecamatan Mempura, Siak.

Dalam fakta persidangan telah terungkap bahwa otak pembunuhan adalah Purwanto yang dibantu oleh Abdul Kholik. Di sidang Purwanto mengakui sengaja membunuh karena semasa hidup korban kerap menghinanya, jadi motif adalah karena sakit hati.

Dalam sidang dijelaskan, bahwa pelaku membunuh pejabat tersebut dengan sadis menggunakan kapak yang biasa digunakan untuk membelah kayu. Saat kejadian, Purwanto menumpang mobil korban dan menghabisi nyawanya saat korban buang air kecil di tengah perjalanan.

Dalam kejadian itu, Purwanto sempat ingin membawa lari mobil korban namun mengalami kecelakaan lalu lintas hanya berjarak enam kilometer dari tempat kejadian pembunuhan. Kepada polisi, Purwanto sempat mengarang cerita bahwa dirinya dan korban sempat diserang perampok bersenjata api yang akhirnya merenggut nyawa korban. (MD/Ant)