Jepang Minta Dialog dengan China

Foto: The Timess

Tokyo, Sayangi.com  – PM Jepang Shinzo Abe mengatakan, pemerintahnya siap melakukan dialog dengan China guna membahas ketegangan yang terjadi di antara kedua negara, khususnya soal perbatasan wilayah di Laut China Timur, namun tetap akan memberikan respon yang tegas jika terjadi pelanggaran batas wilayahnya.

“Dialog haruslah dibuka dan Jepang bersedia berdialog, namun China hendaknya juga memiliki sikap yang sama,” kata Abe dalam jumpa pers dengan wartawan ASEAN di Tokyo, Kamis (12/12) seperti dilansir kantor berita Antara.

Hubungan Tokyo-Beijing tegang sejak September lalu, khususnya mengenai kepemilikan kepulauan Senkaku, yang dikuasai Jepang dan juga diklaim China (sebutan untuk Diaoyu). Belakangan ketegangan semakin memanas ketika China menetapkan Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) yang memaksa pesawat manapun yang melintas harus melaporkan identitasnya jika tidak maka akan diambil tindakan tegas.

Tokyo menilai langkah China sangat berbahaya, bahkan langsung memanggil duta besar China untuk Jepang untuk memberikan penjelasan mengenai zona tersebut, demikian juga sebaliknya.

Abe menegaskan bahwa Jepang tetap akan melanjutkan respon tegas tersebut, karena semestinya persoalan wilayah, termasuk soal ADIZ hendaknya tidak melanggar ketentuan internasional baik dalam masalah perbatasan di darat, laut maupun di udara.

Jepang sendiri bersama sekutu dekatnya, Amerika Serikat terus berkonsultasi dan mengabaikan penepatan ADIZ oleh China, termasuk dengan mengirimkan pesawat-pesawat tempur ke wilayah ADIZ dan tidak mengalami gangguan apapun.

Dalam wawancara dengan sekitar 20 wartawan ASEAN itu, Abe juga menjelaskan kebijakan Jepang dan ASEAN untuk memasuki tahapan yang lebih tinggi lagi dalam visi yang baru dan lebih aktif dalam bekerjasama serta berkontribusi aktif dalam memelihara perdamaian dan stabilitas global.

Antara mengamati bahwa wawancara disediakan waktu yang sangat terbatas dan pertanyaan hanya diberikan kepada wartawan yang bersikap positif untuk Jepang dan tidak memberikan kesempatan untuk bertanya soal China lebih jauh atau pengaruhnya bagi ASEAN akibat konflik tersebut.

Berita Terkait

BAGIKAN