Mahasiswa ITN Tewas, DPR Minta Rektor ITN Dipecat

Jakarta, Sayangi.com – Anggota Komisi X DPR RI, Reni Marlinawati mendesak Menteri Pendidikan Muhammad Nuh segera menon-aktifkan pihak rektorat kampus Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, terkait kasus tewasnya mahasiswa baru bernama Fikri Dosamantya Surya saat kegiatan orientasi kampus.

“Pihak Kementerian (pendidikan) harus mengeluarkan sanksi kepada pihak kampus, rektorat, bisa non-aktifkan,” kata Reni Marlinawati saat dihubungi Sayangi.com, Kamis (12/12).

Pihak kampus, menurut Reni, jangan sampai lepas tangan dari kasus tewasnya Fikri Dosamantya Surya. Pihak kampus, terutama Rektorat herus bertanggungjawab dari peristiwa matinya Fikri akibat mendapat perlakuan keras dari senior-seniornya itu.

“Rektorat jangan sampai lepas tangan. Juga jangan sampai ada kompromi (dalam penanganan kasus ini),” katanya.

Untuk diketahui, pihak kampus telah menjatuhkan sanksi kepada 110 mahasiswa panitia Kemah Bakti Desa sesuai porsi kesalahannya. Ada empat jenis hukuman yang diberikan, yaitu skors dua semester, skors satu semester, pembatalan mata kuliah, dan surat peringatan (SP).

Selain memberi sanksi kepada panitia dari kalangan mahasiswa, pihak kampus juga memberhentikan Ketua Jurusan Planologi ITN Ibnu Sasongko dan Sekretarisnya Arief Setiyawan. Keduanya dinilai lalai dalam mengawasi panitia KBD sehingga menewaskan seorang mahasiswa baru asal Mataram itu.

Menurut Reni, sanksi yang dikeluarkan oleh kampus kepada mahasiswa tersebut tidaklah cukup. Reni kemudian menyarankan pihak kepolisian mencari siapa pelaku kekerasan yang membuat satu mahasiswa ITN kehilangan nyawa.

“Siapa pelakunya pecat dari kampus. Hukum seberat-beratnya. Dan saya mengusulkan agar kegiatan ospek diganti dengan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan,” kata Reni sambari menyampaikan bela sungkawanya kepada keluarga almarhum Fikri Dosamantya Surya. (S2)