Kini, Ketua DPC Minahasa Akui Terima Uang dan BB dari Anas

Foto: Sayangi.com/Chapunk

Jakarta, Sayangi.com – Mantan Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Kab. Minahasa Tenggara, Diana Maringka diperiksa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia diperiksa terkait kasus gratifikasi proyek proyek pembangunan Sarana dan Prasarana Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sekolah Olahrga Nasional (P3SON) Hambalang, Jawa Barat yang menjerat Mantan Ketua Umum, Partai Demokrat, Anas Urbaningrum.

Diana yang tiba di gedung KPK pukul 10.30 wib berjanji akan menerangkan semuanya apa yang diketahuinya kepada media setelah menjalani pemeriksaan.

“Nanti ya, setelah pemeriksaan,” ujar Diana Maringka, Jakarta, (13/11).

Diana Maringka sendiri adalah sosok yang mengungkapkan adanya pembagian uang dan Blackberry pada saat Kongres Partai Demokrat 2010 di Bandung. Menurutnya uang dan BB tersebut diberikan oleh Anas Urbaningrum. Namun pemberian uang sebesar Rp 100 juta belum dikembalikan oleh Diana.

Dalam perkara penerimaan gratifikasi terkait proyek senilai Rp 2,5 triliun itu, KPK telah menetapkan Anas selaku anggota DPR RI sebagai tersangka pada Februari 2013. Salah satu dugaan penerimaan gratifikasi Anas berupa mobil Toyota Harier.

Sementara, untuk kasus korupsi P3 SON Hambalang sendiri, lembaga besutan Abraham Samad ini telah menetapkan empat tersangka, yaitu mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alfian Mallarangeng, mantan Kepala Biro Rumah Tangga dan Keuangan Kemenpora Deddy Kusdinar, Ketua Kerjasama Operasi Hambalang Adhi-Wika, Teuku Bagus Mohammad Noor serta yang terbaru Mahfud Suroso (Direktur PT Dutasari Citralaras). Selain Anas dan Mahfud, ketiganya telah mendekam di rumah tahanan KPK.(GWH)