Jakarta World Music Festival 2013 Bakal Digelar di Ancol

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Jakarta akan menggelar World Music Festival (JWMF) 2013 pada 14-16 Desember di Pasar Seni, Jaya Ancol, Jakarta Utara. Menurut Direktur JWMF 2013, Franky Raden perhelatan ini dalam rangka memproposisikan Jakarta sebagai pusat arus “world music” berskala dunia.

“Dalam konteks inilah kami menyelenggarakan Jakarta World Music Festival (JWMF) 2013,” Katanya di Ruang Pers Balai Kota Pemprov DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (12/12).

Franky menyebut beberapa grup band tanah air akan memeriahkan JWMF 2013. Bahkan tak ketinggalan grup band dari luar negeri, seperti Oryelalela (Taninbar), Supakalulu (Zimbabwe), Helga Fusion Band (Hongaria), Vieux Cissokho (Senegal), Celeste (USA), dan Anello Capuano & Samsara (Italy).

Selain, beberapa pemusik tradisional juga ikut menyemarakkan JWMF, seperti Nera (Jakarta), Kunokini (Jakarta), Kroncong, Midori (Jakarta), Kolintang Kawanua (Manado), Gondang Batak (Sumatra Utara), Debu (Jawa Barat), Gambang Kromong Sinar Pusaka (Jakarta), Marawis El Habibi (Jakarta), Ayu Laksmi & Svara Semesta (Bali), dan Sasando Gong (NTT).

Franky mengharapkan JWMF 2013 dapat menjadi sebuah arena internasional yang mampu membangkitkan kreativitas musik.

“Para pemusik dari seluruh Nusantara dapat kesempatan mengeksplorasi kreasi dan inovasi musik mereka,” ujarnya.

World Music merupakan suatu warna musik yang berbasis musik tradisional dengan merepresentasi suatu identitas dari bangsa atau negara tertentu.

Seiring perkembangannya, Tambah Franky, world music akhirnya mengalami internalisasi dan dikombinasikan dengan genre musik lain tanpa tercerabut dari akar tradisionalnya. Tak ayal, beberapa maestro musik dunia ikut terpengaruh.

“Melihat perkembangan pasar world music yang sangat pesat ini para pemusik pop, rock dan jazz Barat yang punya nama besar mulai menggarap unsur musik etnik ke dalam lagu-lagu dan aransemen mereka. Salah seorang yang mengawali hal ini adalah Paul Simon yang memasukkan unsur musik Afrika ke dalam lagu-lagunya dan memenangkan Grammy Award di tahun 1986. Dewasa ini para penyanyi beken seperti Sting atau Kanye West juga melakukan hal yang sama. Bahkan pemusik jazz seperti Chick Corea dan Herbie Hancock juga melakukan hal yang serupa,” lanjut Franky.

Franky menambahkan, Saat ini Word Music telah menjadi satu form yang cukup digandrungi masyarakat musik dunia. Bahkan katanya, mampu menembus ruang potensial di persaingan industri dan pasar musik Internasional.

“Pasar global untuk genre world music dewasa ini mencapai 10% dari seluruh pasar pasar musik di dunia. Jika secara kasar kita menghitung pangsa pasar musik dunia ini sebesar 80 miliar dolar, maka pangsa pasar world music berkisar sebesar 8 milyar dolar,” ujarnya.

Bagi Franky, Indonesia merupakan sebuah negara yang memiliki khazanah kekayaan world music yang tidak ada bandingnya di dunia. Indonesia dipahaminya sebagai lumbung musik tradisi yang terbentang dari Sabang hingga Merauke dengan keragaman yang luar biasa.

“Oleh sebab itu, sudah seharusnya jika Indonesia mengambil posisi yang jelas dalam konteks persaingan pasar world music di tingkat global ini,” pungkasnya. (GWH)