PT KAI Minta Pemprov DKI Tertibkan Perlintasan KA

Foto: Sayangi.com/Dok

Jakarta, Sayangi.com – Kasus tabrakan KRL dengan truk BBM menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Terlebih banyak pengendara yang tidak tertib di pintu perlintasan.

Untuk itu PT Kereta Api Indonesia (KAI) meminta agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membantu menertibkan seluruh perlintasan kereta yang ada di wilayah ibu kota. Terutama pintu perlintasan liar.

“Penertiban itu kita lakukan setiap hari. Tapi, sayangnya, sumber daya manusia (SDM) atau petugas yang kami miliki sangat terbatas, makanya kami minta Pemprov agar membantu pekerjaan ini,” kata Kepala Humas PT Kereta Api Daerah Operasional I Sukendar Mulya di Jakarta, Jumat (13/12).

Selain itu, menurut Sukendar, pihaknya juga meminta partisipasi dari Pemerintah Kota (Pemkot) di lima wilayah Jakarta, sehingga penertiban dapat dilakukan dengan lebih intensif.

“Memang kita belum ada pembicaraan khusus dengan Pemprov maupun Pemkot. Namun, kita sudah bicarakan rencana penertiban itu dengan kepala stasiun, terutama terkait penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang ada di perlintasan kereta,” ujar Sukendar.

Selain para pedagang, seperti dilansir Antara, dia menuturkan pihaknya juga akan melakukan penertiban terhadap pengguna jalan, terutama angkutan umum yang seringkali berhenti untuk mengangkut penumpang (ngetem) di sekitar perlintasan kereta.

“Oleh karena itu, kami meminta partisipasi dan koordinasi dari Pemprov maupun Pemkot untuk membantu penertiban ini, seperti mengerahkan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) misalnya,” tutur Sukendar.

Kendati demikian, sambung dia, PT KAI menyadari bantuan tersebut tidak dapat selalu diberikan mengingat Satpol PP DKI juga mengemban tugas dan kewajiban lainnya.

Sukendar menambahkan saat ini pihaknya semakin gencar melakukan penertiban di sekitar perlintasan kereta untuk mengantisipasi tidak terulangnya lagi peristiwa tabrakan yang melibatkan Kereta Commuter Line Serpong-Tanah Abang dengan truk tangki bermuatan bahan bakar minyak (BBM) milik PT Pertamina pada Senin (9/12) lalu. (GWH)