Norrie May Welby, Manusia Tanpa Jenis Kelamin

Foto: Huffpost

NSW, Sayangi.com – Gender atau jenis kelamin menjadi identitas yang harus dimiliki, laki-laki maupun perempuan. Setiap manusia di belahan Bumi ini bangga dengan pengakuan identitas gender mereka. Namun tidak dengan manusia yang satu ini. ia justru mengklaim diri “tidak memiliki kelamin”.

Noerrie May-Welby dilahirkan dan dibesarkan sebagai laki-laki di Paisley, Renfrewshire, Skotlandia, 51 tahun yang lalu. Pada usia 7 tahun Norrie sempat hijrah ke Australia, dan di usianya yang ke-28, ia melakukan operasi perubahan jenis kelamin pertama di Australia.

Namun setelah itu Norrie merasakan ketidaknyamanan menjadi seorang perempuan, sama seperti ketika ia merasakan ketidaknyamanan menjadi laki-laki. Karena merasa tidak nyaman, baik sebagai perempuan maupun laki-laki, ia lalu memutuskan untuk memilih menjadi seorang yang “neuter”. “Neuter” berarti tidak memiliki alat kelamin, baik laki-laki maupun perempuan.

Jadi, jika suatu hari ia antre di loket check point di bandara misalnya, dan ditanyai jenis kelamin oleh petugas di sana, Noerrie akan dengan enteng bilang: “neuter.” Kalau si petugas mencecar, “Apa itu neuter?” Noerrie akan menjawab: “Bukan laki-laki, bukan perempuan. Gender saya tidak spesifik.” Dijamin si petugas terbengong-bengong.

Noerrie tak mungkin menghilangkan ciri-ciri fisik laki-laki atau perempuannya ….

Akibat ulahnya itu, Norrie sempat kesulitan memperoleh surat kewarganeharaan. Karena tidak ada jenis kelamin yang tidak spesifik. Para dokterpun mengaku tidak dapat memastikan jenis kelamin dari Norrie. Norrie sempat berujar, konsep laki-laki ataupun perempuan tidak cocok untuk dirinya.  Kata dia, jika diharuskan menunjukkan dokumen identitas, ia tidak menginginkan pemeriksaan lebih detail mengenai hal tersebut. Karena sudah pasti akan menimbulkan berbagai masalah yang cenderung menjadi sangat rumit, jika petugas menyadari ada yang tidak beres dalam dokumennya.  
    
“Sebagai contoh jika dokumen paspor saya menyatakan bahwa saya adalah seorang perempuan, maka ketika saya bepergian dalam pemeriksaan orang akan melihat beberapa ciri di tubuh saya yang tidak dapat hilang berdasarkan jenis kelamin ketika saya dilahirkan. Sebut saja saya tetap memiliki jakun dan berdada bidang layaknya seorang laki-laki. Namun jika di dalam paspor saya dinyatakan sebagai seorang laki-laki, setelah saya melakukan operasi kelamin dan menggantinya menjadi seorang perempuan, secara otomatis hal tersebut sangat berpengaruh dalam tingkah pola saya. Saya menjadi sangat feminin, baik dalam berbicara ataupun bertingkah laku,” ujarnya  
    
Aksi Norrie ini, yang tak diakui di tanah kelahirannya Inggris, mendapat tempat di Australia. Pada tahun 2010 lalu, pemerintah negara bagian New South Wales mengubah akte kelahirannya menjadi “tidak ada kelamin”. Untuk kemudian pada tahun 2011 di Australia dikeluarkan aturan paspor baru yang memungkinkan warga untuk mengidentifikasi jenis kelamin mereka sebagai laki-laki, perempuan atau tidak tentu. (MSR/Huffpost)