Demokrat Akan Bahas Kasus Rasis Ruhut

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Wakil Ketua MPR, Melani Leimana Suharli meminta agar berbagai pihak menahan diri dan tidak memperkeruh keadaan untuk menyikapi kasus yang melibatkan Ruhut Sitompul.

“Tolong jangan berbuat aneh-aneh menambah hiruk-pikuk. Fokus saja pada kesejahteraan rakyat saja,” kata Melani di Gedung Parlemen, Jakarta, Jumat (13/12).

Wanita ini berpendapat bahwa ucapan Ruhut itu bukan sebagai penghinaan yang mengandung rasisme.

“Sepenangkapan saya, itu bukan masalah rasis, hitam itu maksudnya bukan hitam sukuisme,” ungkapnya Melani.

Namun Anggota Dewan Pembina DPP Demokrat ini tidak memungkiri, DPP Demokrat tetap akan akan meminta keterangan dari Ruhut.

“Nanti akan ada pembahasan soal kode etik untuk Ruhut. Mungkin dalam hal ini, akan ada tindakan pememanggilan,” terangnya.

Ia menyatakan bahwa tidak dipungkiri masalah ini harus dievaluasi supaya tidak memperterpuruk partai dan sebagai langkah perbaikan ke depannya.

Seperti diketahui, perseteruan antara Boni dan Ruhut bermula saat diskusi di Kabar Petang salah satu stasiun televisi swasta. Dalam acara yang membahas Bu Pur dalam kasus Hambalang dan kaitannya dengan Istana dan dipandu oleh Dwi Anggia, itu Ruhut Sitompul tampak emosional dan lost-control.

Tiba-tiba pada satu segmen, Ruhut yang juga anggota Komisi III DPR RI mengatakan, “Aku mau tanya, lumpur lapindo itu warnanya apa? Hitam, kan? Ya udah itu, Boni Hargen…..kulitnya hitam, kan? Belum lagi yang lain-lain, banyak kok” kata Ruhut saat itu.

Ruhut kemudian dianggap sebagai politisi rasis. Bahkan, Ruhut dilaporkan ke Mabes Polri oleh Boni pada Jumat (6/12) silam.(GWH)