Anggota Parlemen Russia: AS Balas Dendam di Ukraina

Moskow, Sayangi.com – Upaya AS untuk mempengaruhi situasi di Ukraina adalah keinginan untuk “membalas dendam” atas kekalahan Washington di Suriah.

Demikian pernyataan kepala Komite Urusan Internasional parlemen Rusia, Alexei Pushkov, Kamis (12/12).

Pushkov mengatakan bahwa setelah mengalami kekalahan di Suriah, AS memprovokasi kerusuhan di Ukraina untuk menunjukkan bahwa Barat masih merupakan kekuatan yang menentukan jalannya peristiwa dalam urusan global.

“Ukraina telah menjadi arena, yang menentukan apakah Barat kehilangan pengaruh atau tidak,” jelasnya.

Suriah telah dicengkeram oleh kerusuhan mematikan sejak Maret 2011. Menurut laporan, kekuatan Barat dan sekutu regional mereka – terutama Qatar, Arab Saudi, dan Turki – yang mendukung militan yang beroperasi di dalam wilayah Suriah.

Pushkov menjelaskan bahwa campur tangan Barat dalam peristiwa di Ukraina menunjukkan bahwa negara Eropa Timur diperlakukan sebagai semi-koloni.

Dia juga mengatakan keterlibatan langsung dari Uni Eropa dan Amerika Serikat di Ukraina adalah bentuk baru dari agresi politik.

“Tidak hanya ada campur tangan terang-terangan negara-negara Barat di Ukraina, tetapi itu adalah apa yang saya sebut agresi politik.” Katanya.

Ukraina telah diterjang  gelombang kerusuhan politik sejak akhir November lalu ketika Presiden Viktor Yanukovych menolak menandatangani pakta perdagangan dengan Uni Eropa.

Penolakan untuk menandatangani kesepakatan itu memicu protes besar oleh pendukung oposisi, yang ingin Ukraina menjadi lebih dekat dengan Uni Eropa dan menjauhkan diri dari Rusia.

Bentrokan meletus beberapa kali antara demonstran anti-pemerintah dengan polisi selama demonstrasi. Sejumlah  orang telah ditangkap dalam selama demonstrasi.

Untuk menenangkan kerusuhan politik, Yanukovych, Rabu lalu mengundang semua pihak, termasuk oposisi, untuk terlibat dalam dialog untuk menyelesaikan krisis yang dihadapi negara.

Pemimpin oposisi Ukraina menolak tawaran negosiasi Yanukovych, dan menuntut pemecatan pemerintah serta melepas demonstran yang ditahan.

Rusia mengkritik campur tangan negara-negara Barat di Ukraina yang menjalankan protes terhadap keputusan Kiev untuk mundur dari kesepakatan Uni Eropa untuk mendestabilisasi negara bekas Soviet tersebut.

Parlemen Rusia dalam sebuah pernyataan mendesak Barat untuk “menghentikan tekanan eksternal pada politik negara saudara kami.”

Majelis rendah parlemen juga meminta oposisi Ukraina untuk “menghentikan tindakan ilegal” atas krisis politik. (FHR/PTV)

Berita Terkait

BAGIKAN