DPR: Polisi Harus Jaga Pintu Perlintasan Kereta

Foto: dpr.go.id

Jakarta, Sayangi.com – Anggota Komisi V DPR RI Nusyirwan Soejono meminta pihak kepolisian supaya melakukan penjagaan di pintu pelintasan kereta api yang arus lalu lintasnya ramai.

“Di pintu pelintasan yang ramai lalu lintasnya, harusnya ada polisi yang berjaga,” katanya dalam pada diskusi “Polemik: Bencana di Rel Kereta”, di Jakarta, Sabtu (14/12).

Menurut Nusyirwan, seperti dilansir Antara, dengan adanya petugas polisi yang turut berjaga di pintu pelintasan kereta api maka dapat mengurangi kemungkinan pengendara kendaraan yang menerobos pintu pelintasan kereta api.

Pengurus Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno mengatakan, pengendara yang menerobos pintu pelintasan kereta api setelah tertutup dan sinyal berbunyi dapat ditilang dan dikenakan sanksi denda paling banyak Rp750.000.

Menurut Djoko, aturan yang melarang pengendara kendaraan menerobos pintu pelintasan kereta api pada saat kereta api akan melintas, yakni pada pasal 296 junto pasal 114 UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ).

Pasal 296 UU tentang LLAJ menyebutkan, pengendara yang menerobos pintu pelintasan kereta setelah sinyal berbunyi dan/atau isyarat lain sebagaimana dimaksud pada pasal 114 huruf a, maka dapat dipidana dengan kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp750.000.

“Namun praktiknya, polisi belum menerapkan aturan tersebut, yakni menilang para pengendara yang menerobos pintu pelintasan kereta api,” kata Djoko.

Staf pengajar sebuah perguruan tinggi swasta di Semarang ini mendesak agar, polisi menilang pengendara yang melanggar aturan lalu lintas yakni menerobos pintu pelintasan kereta api, pada saat kereta akan melintas.

Menurut dia, jika polisi menilang pengendara kendaraan yang melanggar dan memprosesnya hingga dijatuhi sanksi, maka akan menurunkan pelanggaran lalulintas di pintu pelintasan kereta.

“Ini akan berdampak menurunnya, potensi kecelakaan lalu lintas di pintu kereta api,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Djoko juga mengingatkan, masinis kereta apa dan pengendara kendaraan untuk lebih berhati-hati menjelang pintu pelintasan kereta api.

Djoko mengatakan hal itu menyikapi kecelakaan yang terjadi antara kereta rel listrik (KRL) dengan truk tangki yang memuat bahan bakar minyak (BBM), di Bintaro, Jakarta, Senin (9/12).(GWH)

Berita Terkait

BAGIKAN