Irman Gusman: Ayo Mahasiswa, Selamatkan Reformasi!

Foto: sayangi.com/Emil

Pekanbaru, Sayangi.com – Ketua DPD RI Irman Gusman mengajak mahasiswa di Provinsi Riau bergerak sebagai agen perubahan untuk menyelamatkan reformasi Indonesia yang masih jauh dari harapan.

“Reformasi harus diselamatkan, sudah 15 tahun berjalan tapi cita-cita reformasi belum semua tercapai. Mahasiswa harus ikut menyelamatkan reformasi karena cikal bakal reformasi adalah dari mahasiswa,” kata Irman Gusman pada “Dialog Kebangsaan” di kampus Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim, Pekanbaru, Sabtu (14/12/2013).

Turut hadir sebagai pembacara dalam dialog tersebut sesepuh Partai Golkar Akbar Tanjung, Presiden PKS Anis Matta, dan Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Isran Noor.

Irman mengatakan, mahasiswa menjadi harapan untuk mewujudkan cita-cita reformasi di pemerintahan, peradilan dan lainnya untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. Ia berpendapat perjuangan mahasiswa juga perlu mengedepankan semangat dan kepercayaan diri bahwa bisa membawa perubahan di masa depan Indonesia.

“Mahasiswa tidak boleh berpangku tangan saja, harus menjadi aktor intelektual untuk membawa perubahan,” tegasnya.

Dalam sesi tanya jawab, cukup banyak mahasiswa yang berkomentar bahwa mereka pesimis dengan kondisi bangsa di tengah banyaknya elit politik dan pejabat yang terlibat korupsi.

Akbar Tanjung mengatakan, sebagai penerus perjuangan bangsa, mahasiswa harus punya optimisme tinggi. Sebab, gerakan mahasiswa sudah banyak mewarnai kemajuan Indonesia mulai dari rezim orde lama hingga orde baru.

“Kita harus optimis, ini perjuangan yang harus berkesinambungan. Dan yang harus digarisbawahi adalah kemerdekaan Indonesia harus membawa kedaulatan harus membawa keadilan dan kemakmuran yang merata,” ujarnya.

Sedangkan Anis Matta mengatakan, ketidakpercayaan publik terhadap partai politik saat ini menjadi pembelajaran untuk menegakan demokrasi. Kerusakan partai politik tidak semata karena banyaknya kader terlibat korupsi, melainkan karena kurangnya kompetensi sipil dalam menjalankan pemerintahan pada saat era reformasi.

Karena itulah, ia menilai mahasiswa diharapkan bisa membawa perubahan di masa depan Indonesia.

“Saya percaya adanya seleksi alam. Partai politik yang menang bukan yang menang pemilu, tapi yang bisa bertahan lebih lama,” ujarnya.