HMI Pamekasan Sarankan KPU Perbanyak Sosialisasi Secara Online

Pamekasan, Sayangi.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pamekasan, Jawa Timur, menyarakan agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) memperbanyak sosialisasi pemilu melalui media online. Alasannya karena media tersebut kini lebih banyak diakses para pemilih pemula, pelajar, dan mahasiswa.

“Bahkan akses informasi melalui media online kini cakupannya sudah lebih luas hingga ke pelosok desa seiring dengan perkembangan kemajuan teknologi,” kata Ketua Umum HMI Pamekasan Mohammad Manshur, Sabtu (14/12/2013).

Media online yang bisa diakses melalui jaringan internet ini, kata Manshur, semakin meluas seiring dengan perkembangan kepemilikan telepon pintar (smartphone).

Selain itu, akses informasi melalui dunia internel lebih cepat diakses masyarakat dan tidak cepat hilang, karena bisa dilacak melalui mesin pelacak.

Selain media online, jenis media yang juga lebih terjangkau luas adalah media elektronik, semisal televisi dan radio.

“KPU kami kira perlu mengoptimalkan sosialisasi melalui media-media yang memang lebih banyak diakses masyarakat ini, tentunya tanpa mengabaikan jenis media lainnya,” jelas Mashur.

Manshur menilai, di tingkat lokal Madura, khususnya di Pamekasan, sosialisasi pemilu melalui media internet masih kurang, bahkan terkesan memang kurang dioptimalkan.

KPU juga terkesan kurang memanfaatkan fasilitas jejaring sosial seperti twitter dan facebook yang memang telah tersedia dan diakses banyak calon pemilih di Pamekasan.

“Ke depan saya kira KPU perlu mengoptimalkan lagi. Karena menurut hemat kami, ‘panglima informasi’ untuk saat ini memang internet,” terang Manshur.

Jika dipersentase, sambung dia, maka idealnya untuk media yang banyak diakses calon pemilih, yakni internet dan media elektronik (radio dan televisi) adalah 60 berbanding 40 persen.

“Jadi 60 persen itu untuk internet dan media elektronik, sedangkan 40 persen sisanya untuk media cetak, seperti surat kabar, majalah, dan tabloit,” katanya.

Mahasiswa dan kalangan akademisi khususnya, saat ini justru sudah menjadikan media internet sebagai referensi informasi untuk menambah wawasan.

“Karena kalau diinternet itu kan bisa dilacak dengan mudah, dan bisa diakses kapan saja, tidak seperti dokumen manual,” katanya menjelaskan. (MI/Ant)