Boni Hargens: Hanya Pemilik Kekuasaan Bisa Rekayasa Kerusuhan

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Pengamat politik Boni Hargens menyatakan, Indonesia saat ini dikuasai oleh kekuatan politik bersifat kartel oligarkis. Yakni oligarki yang sudah mengalami perubahan karakter, tak hanya bekerja di belakang layar seperti lazimnya oligarki, tapi mirip kartel yang menjalankan kekuasaan.

“Dan mereka itu biasanya lebih rakus,” papar Boni di acara diskusi publik yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Pusat Perhimpunan Gerakan Keadilan (DPP PGK) di markas mereka di Jl. Tebet Timur Dalam Raya No 43, Jakarta Selatan, Kamis (19/12).

Dalam diskusi bertema “Demokrasi dan Kepemimpinan Politik: Evaluasi 2013 dan Proyeksi 2014” tersebut, hadir sebagai pembicara selain Boni Hargens, juga Bambang Soesatyo (anggota DPR-RI, saat berita ini diturunkan masih dalam perjalanan), dan Ade Reza Hariyadi (Wakil Ketua Umum DPP PGK), dengan moderator Sekjen DPP PGK Emanuel Herdyanto MG. Sebelumnya, diskusi dibuka dengan sepatah kata oleh Ketua Umum DPP PGK Bursah Zarnubi.

Menurut Boni, dengan cara kerja seperti itu (kartel oligarkis), tak heran jika kemudian muncul fenomena “korupsi gotong royong”. “Memang begitulah cara kerja kartel,” tandas Bony. Namun, tambah Boni, kekuatan politik kartel oligarkis itu kini tengah panik, karena pers dan KPK bekerja pada relnya. “Peran mereka makin ganas, tapi sepak terjang mereka juga terancam terbongkar.”

Dalam hal ini, Boni berharap banyak pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melanjutkan penyelidikan kasus-kasus korupsi besar. Meskipun ia tak begitu yakin hal itu bisa menjadi kenyataan, karena pasti akan ada resistensi. “Karena yang mendorong dan didorong pasti akan jatuh. Dan di KPK sendiri Abraham Samad mempunyai problem internal, karena tak semua anggota KPK bersih,” bilang Boni, seraya menyebut 2013 sebagai “tahun saling menghancurkan”.   

Menyoal 2014, Boni menyambut munculnya nama-nama Capres alternatif seperti Jokowi atau Dahlan Iskan sebagai sesuatu yang baik. Namun belum tentu nama-nama itu bisa diterima oleh partai-partai politik yang ikut Pemilu.

Lalu, partai mana yang punya kemungkinan menang dalam Pemilu 2014? Boni melihat partai yang paling tajam dan banyak mengkritik Pemerintah sebagai partai yang paling berpeluang. Ia melihat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memiliki peluang sangat besar. Bukan hanya karena sering mengkritik, tapi juga masih punya banyak pendukung yang loyal, tidak seperti kebanyakan partai politik.

Terakhir, untuk mengantisipasi 2014, Boni mengarisbawahi ucapan Presiden SBY perihal adanya pihak-pihak tertentu yang hendak merekayasa kerusuhan sosial menjelang Pemilu, lantaran tidak ingin Pemilu 2014 berjalan dengan aman dan lancar. “Saya tegaskan disini, kalaupun ada kelompok yang tidak ingin Pemilu terlaksana sesuai dengan waktunya, maka bukan masyarakat yang bisa merekyasa. Melihat kondisi saat ini, hanya pemilik kekuasaan yang bisa rekayasa dan menskenariokan kerusuhan,” pungkasnya disambut tepuk tangan hadirin. (MSR)