Terkait Dana Bos, Kepsek SDN 75 Palembang Diadukan

Foto: Sayangi.com/Ardhy

Palembang, Sayangi.com – Sejumlah Guru SD Negeri 75 Palembang mengadukan Kepala Sekolahnya, Nilawati, kepada Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) kota Palembang Ahmad Zulinto,  karena dinilai arogan, tidak dapat diajak bekerjasama, tidak bertanggungjawab atas fasilitas sekolah dan tidak transparan soal dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Menurut Azizah, salah seorang guru SDN 75 Palembang, Kepala Sekolah mereka sudah betul-betul kelewatan,  jangankan untuk fasilitas siswa fasilitas buat sesama pengajar saja tidak ada. ”Kipas angin tidak ada, lampu tidak ada, sapu saja tidak ada, masa iya harus mengeluarkan dana pribadi untuk membeli semua itu,” katanya.

Aziza memertanyakan dana BOS yang didapatkan sekolah yang jumlahnya ratusan juta setiap tahunnya. “Kalau di sekolah lain itu jelas transparan, penjelasan dana BOS ditempel di bagian dinding sekolah, tapi di SDN 75 ini tidak ada sama sekali, ” ungkapnya.

Dilanjutkan Azizah, Kepala Sekolah juga tidak bisa bekerjasama secara baik. Seringkali para Guru mendapatkan omelan atau sindiran dengan alasan yang tidak jelas.

Pernah pengawas sekolah dari Disdikpora,  Tahrin,  berkunjung ke sekolah tetapi tidak dapat dilayani secara baik karena tidak ada fasilitas, bahkan gelas saja  hanya ada 11 buah.

WC Sekolah pun, lanjut Aziza, hanya ada 2 ruang. Tidak cukup untuk keperluan siswa yang berjumlah ratusan. “Kondisi ini tentu membuat siswa tidak nyaman, apalagi dalam ruangan kelas tidak ada sama sekali fasilitas pendukung seperti kipas angin yang terdapat disekolah sekolah lainnya, pokoknya parah sekali pak,” jelas Aziza di hadapan  Ahmad Zulinto, Kadisdikpora Kota Palembang.

Pernyataan Aziza didukung Wakil Kepala Sekolah SDN 75 Palembang, Ema.  Katanya, Kepsek itu sudah sering saya ingatkan bagaimana fasilitas murid dan para guru tapi tetap saja pura-pura tidak tahu, malah dia yang dimarahi.

”Pokoknya sudah kelewatan pak, kami dinilainya selalu jelek, ada satu guru yang membeli kipas angin dengan dana pribadi baru dibilangnya bagus, itu artinya uang bantuan BOS tidak tersalur kepada sekolah,” terangnya.

Menanggapi pengaduan ini, Ahmad Zulinto meminta untuk bersabar dan akan menurunkan tim investigasi langsung.

Jika pengaduan itu terbukti dia akan memanggil Kepsek itu. ”Kalau terbukti tentu akan saya tindak tegas, bisa saya mutasikan, namun itu semua kan butuh proses tidak segampang membalikkan telapak tangan,” ungkap Ahmad Zulinto.

Zulinto berharap, selama proses ini berlangsung agar para guru tetap melaksanakan tugasnya seperti biasa. “Dalam waktu paling lambat bulan Januari-Februari akan saya selesaikan kasus ini, bila perlu saya akan tempatkan di UPTD dulu nantinya jika benar terbukti agar mendapat pembinaan,” tandas Ahmad Zulinto. (VAL).