Jubir PD: Yulianis Tidak Pernah Menyerahkan Uang kepada Ibas

Jakarta, Sayangi.com – Pernyataan Yulianis yang membawa-bawa nama Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dalam kasus Hambalang mendapat bantahan keras dari Juru Bicara Partai Demokrat, Rachland Nashidik. Dalam keterangannya kepada Sayangi.com, Kamis (19/12), Rachland menegaskan bahwa apa yang disampaikan Yulianis sepenuhnya hasil rekaan yang tidak didasarkan pada fakta hukum.

“Yulianis tidak pernah menyerahkan uang kepada Sdr. Edhie Baskoro, melainkan seperti pengakuannya sendiri, uang itu diserahkan kepada Nazarudin. Selebihnya, dia tidak mengetahui apa-apa karena ia tidak pernah menjadi bagian dari fakta apapun yang memberinya dasar untuk membangun opini bahwa Edhie Baskoro melakukan kejahatan,” katanya.

Dalam ilmu hukum, menurut Rachland, pernyataan Yulianis bisa disebut sebagai “testimonium de auditu”, yakni pernyataan yang diragukan kebenarannya karena hanya berdasar rekaan atau opini. Pernyataan demikian akan dikesampingkan oleh hakim karena tidak memiliki bobot sebagai alat bukti.

Namun di atas itu semua, lanjut Rachland, tuduhan Yulianis kepada Edhie Baskoro, yang ia berikan untuk dengan sengaja membantah Ketua KPK Abraham Samad,  pada kenyataannya telah secara manifest menyerang kredibilitas KPK. Pernyataan tersebut telah jauh melampaui “tugas” yang dapat diduga tengah dilakoninya untuk menyeret-nyeret orang lain ke dalam suatu keterlibatan pidana.

“Publik perlu berhati-hati karena tuduhan Yulianis kemungkinan besar adalah bagian dari suatu parade persekongkolan untuk mendiskreditkan KPK. Tujuan akhir dari persekongkolan ini adalah melindungi pihak tertentu yang telah ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka. Caranya adalah dengan menciptakan opini keliru, seolah KPK bekerja atas dasar suatu seleksi yang ditetapkan oleh kekuasaan politik. Fungsinya adalah mengembangkan opini bahwa si tersangka semata-mata adalah korban dari suatu operasi kekuasaan,” ujarnya.

Meski begitu, Rachlan Nashidik tidak khawatir dengan proses hukum yang akan terjadi, karena menurutnya, KPK selalu berusaha meminimalisir kekeliruan dengan berusaha selalu bekerja berdasarkan alat-alat bukti yang sahih dan mencukupi. Kredibilitas KPK dinilai berada jauh di tempat yang lebih tinggi dari Yulianis dan parade persekongkolan apapun di belakangnya.

“Persis di sebelah KPK, Presiden Yudhoyono dan keluarganya, juga telah berkali-kali membuktikan komitmen politik dan pribadinya untuk terus mendukung KPK memerangi korupsi tanpa pilih bulu,” kata Rachland.

Seperti diberitakan, usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (18/12), Yulianis mengaku tak bisa menutupi jika ada aliran dana kepada Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) saat Kongres PD di Bandung. Dalam catatan keuangan Grup Permai kata Yulianis, terdapat aliran dana sebesar 200.000 dollar AS kepada Ibas. (S2)