Romi Herton Tanggapi Soal Pencekalan dari KPK

Foto: Sayangi.com/Ardhy

Palembang, Sayangi.com – Wali Kota Palembang menyatakan telah menyerahkan paspor kepada kantor Imigrasi Kelas I A, Palembang, namun setelah dikonfirmasi via seluler,  Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Palembang, Safar M Godam, mengaku belum menerima paspor Walikota Palembang.

“Sebagai warga negara yang patuh hukum, saya sudah menyerahkan semua dokumen yang diminta ke Imigrasi, ” ucap Romi saat dibincangi usai menghadiri peringatan hari Ibu ke-85,di Hotel Swarna Dwipa Palembang (19/12).

Hal ini terkait dengan rekomendasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang pencekalan Romi Herton yang tidak boleh ke luar negeri selama 6 bulan.

Romi juga mengatakan, bahwa  dia akan mematuhi larangan ke luar negeri tersebut. “Berikan kesempatan kepada KPK untuk bekerja dengan baik. Kita jaga eksistensi KPK agar mereka dapat menemukan semua informasi  sehinngga menghasilkan keputusan yang baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Palembang, Safar M Godam, saat dikonfirmasi melalui via seluler, mengaku kantor Imigrasi Klas IA Palembang belum menerima paspor Walikota Palembang. Pihak Imigrasi baru menerima Pasport Bupati Kabupaten Empat Lawang telah pihaknya terima.

“Saya belum mendapatkan laporan terhadap penyerahan paspor Wali Kota Palembang sampai siang ini, nanti saya cek lagi. Saya yakin beliau merupakan warga yang patuh akan hukum,” ujarnya.

Diketahui, berdasarkan surat keputasan KPK No skep 885/01/12/2013 yang disampaikan tanggal 11 Desember 16.21 via online, Dinas Imigrasi Kelas 1 kota Palembang, direkomendasikan oleh KPK untuk mencegah Walikota Palembang, Romi Herton beserta istrinya Masyitoh dan Bupati Empatlawang Budi Antoni Aljufri dan istrinya Suzana untuk bepergian keluar negeri.

Kedua yang sedang menjabat Kepala Daerah di Sumatera Selatan ini dicegahtangkal terkait kasus suap mantan ketua Mahkamah Konstitusi Akil Muchtar. (VAL)