Jumhur Akan Pimpin 10 Ribu TKI Menari Poco-poco di Senayan

Foto: Sayangi.com/Chapunk

Jakarta, Sayangi.com – Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Moh Jumhur Hidayat akan memimpin peringatan Hari Buruh Migran Sedunia di Plaza Timur Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (21/12/). Acara yang akan diisi dengan tari poco-poco tersebut melibatkan 10.000 TKI/calon TKI/TKI purna dan keluarga TKI dari kawasan Jakarta, Bekasi, Tangerang, dan Serang.

Peringatan bertema “Perlindungan dan Kesejahteraan TKI adalah Harga Mati” dengan diikuti ribuan TKI ini merupakan yang pertama dilakukan di Indonesia.

“Kegiatan ini juga serentak dilakukan di 18 kantor BNP2TKI daerah yaitu Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI),” kata Jumhur, Kamis (19/12), seperti dikutip Edisinews.

Adapun rangkaian kegiatan peringatan Hari Buruh Migran Sedunia itu dimulai pada pukul 06.00-10.00 WIB dengan tarian Poco-Poco oleh Kepala BNP2TKI bersama 10.000 TKI, Pemberian Penghargaan kepada TKI Purna, PPTKIS, Sarana Kesehatan (Sarkes) TKI, Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN), Human Resources Development Service of Korea (HRDS Korea), Dinas Tenaga Kerja Kabupaten/Kota, dan Media Massa, kemudian dihadirkan pula hiburan artis KDI, Dance Performance, dan sebagainya.

Menurutnya, kegiatan tarian Poco-Poco dimaksudkan untuk mengajak serta menantang generasi muda Indonesia termasuk TKI sebagai duta bangsa yang akan berangkat ke luar negeri, agar tetap mengembangkan dan mengeksplorasi kearifan lokal (local wisdom) tanah air meski berada di negara asing.

Jumhur juga menyayangkan, tidak berimbangnya porsi budaya luar dengan kebudayaan Indonesia dalam kehidupan berbangsa.

“Tentu menjadi tugas kita untuk menjaga sekaligus mengapresasi unsur-unsur lokal. Setiap suku bangsa punya peradabannya masing-masing, punya local wisdom yang khas. Hanya saja, bentuk kearifan lokal kita tidak dieksplorasi oleh bangsa ini, dan sebaliknya kita hanya bangga dan mengeksplorasi local wisdom dari luar NKRI,” ujar Jumhur.

Ia pun menyoroti bagaimana anak muda Indonesia sangat menyukai budaya pop korea dibandingkan tarian poco-poco. Jumhur sendiri mengaku bukan antibudaya asing. Tetapi kebudayaan luar tersebut hendaknya bisa berimbang dengan kearifan lokal Indonesia.

“Kok, kita lebih bangga dengan gangnam style dibanding Sajojo atau Poco-poco. Karena itu, kita ajak nari 10 ribu orang TKI di Gelora Bung Karno Senayan kedua tarian itu,” jelas Jumhur.

Terkait penghargaan, Jumhur menjelaskan untuk memberi apresiasi atas pengabdian TKI Purna, dan kepada stakeholder terkait yang dipandang peduli atas peningkatan kualitas TKI seperti PPTKIS, Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN), Sarkes TKI, Disnaker Kabupaten Kota, dan juga meliputi media massa.

Penghargaan kepada pemangku kepentingan pun dimaksudkan untuk menciptakan semangat berkompetisi dengan membangun komitmen pelayanan terbaik kepada pemartabatan TKI.

Disebutkan, penghargaan juga diberikan untuk pemerintah Korea melalui perwakilannya di Jakarta yaitu Human Resources Development Services of Korea (HRD Korea), yang telah bekerjasama baik dengan BNP2TKI dalam program penempatan TKI Government to Government (G to G) antara pemerintah Indonesia dengan Korea Selatan.

Pada bagian lain, Jumhur mengatakan momentum Hari Buruh Migran Sedunia yang tiap tahun diperingati pada 18 Desember, harus dijadikan semangat untuk memperkuat perlindungan terhadap para TKI yang bekerja di luar negeri dan lebih khusus bagi TKI di sektor informal rumah tangga.

Berita Terkait

BAGIKAN