Polwan Hamil dan Guru Hamil Tewas Digantung

www.dailymail.co.uk

Kabul, Sayangi.com – Seorang perempuan polisi dan seorang guru hamil digantung hingga tewas dan jenazah mereka, yang dibuang beberapa kilometer dari markas militer asing baru-baru ini, diserahkan kepada pihak berwenang Afghanistan.

Menurut juru bicara pemerintah provinsi, Abdullah Hemat, pada Kamis, polisi itu –yang juga ibu dua anak– bernama Feroza dan guru tersebut bernama Malalai, diculik pada Senin di Uruzgan, provinsi selatan, yang ditinggali warga sebagian besar berasal dari kalangan konservatif.

“Menurut hasil pemeriksaan jenazah, keduanya digantung,” kata Hemat.

Serangan beruntun –yang sering kali berujung pada kematian– terhadap perempuan-perempuan yang bekerja di lembaga pemerintah meningkatkan kekhawatiran bahwa hak-hak perempuan yang didorong oleh Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya sedang mengalami pengikisan menjelang berakhirnya misi tempur yang dipimpin NATO tahun depan.

Beberapa polisi perempuan dalam bulan-bulan terakhir ini juga dibunuh di provinsi-provinsi di selatan.

Taliban dikenal menargetkan polisi perempuan yang bekerja untuk pemerintah Afghanistan dukungan Amerika Serikat, kendati sejumlah serangan dikaitkan dengan perselisihan keluarga serta anggota-anggota keluarga laki-laki yang berang karena perempuan keluar rumah untuk bekerja.

Jenazah kedua perempuan itu ditemukan di daerah ibukota provinsi Tirin Kot pada hari Rabu, kata kepala polisi daerah, Matiullah Khan.

Ia meyakini pembunuhan yang dialami kedua perempuan itu terkait perselisihan keluarga.

Pasukan Australia dan AS telah mengatasi keamanan di provinsi itu sejak tahun 2005.

Tugas mereka itu telah berakhir pada tanggal 11 Desember ketika secara resmi mereka menyerahkan pengendalian provinsi kepada pasukan keamanan Afghanistan.

Tempat jenazah kedua perempuan itu ditemukan berada hanya beberapa kilometer dari pangkalan Tirin Kot, tempat penyerahan jenazah dilakukan.

Pasukan Australia telah meninggalkan provinsi itu pada Minggu. (MD/Ant)

Berita Terkait

BAGIKAN