Kekerasan terhadap Perempuan Meningkat di Palembang

Sayangi.com/Doc

Palembang, Sayangi.com – Organisasi sosial peduli perempuan “Womens Crisis Centre” Palembang, Sumatera Selatan, menilai kasus kekerasan terhadap perempuan di kota setempat pada 2013 masih cukup tinggi sehingga perlu terus dilakukan upaya menekan angka kasus tersebut.

“Aktivis Womens Crisis Centre (WCC) akan terus berupaya menurunkan angka tindak kekerasan terhadap perempuan yang sekarang angkanya masih cukup tinggi dengan memberikan pendampingan kepada para korban dan penyuluhan hukum,” kata Ketua WCC setempat Yeni Roslaini Izi di Palembang, Kamis (19/12).

Dia menjelaskan, berdasarkan data tindak kekerasan terhadap perempuan setiap tahunnya lebih dari 100 kasus, untuk itu pada tahun 2014 akan dilakukan berbagai upaya perlindungan terhadap perempuan agar kasus tersebut bisa diturunkan.

Beberapa upaya perlindungan terhadap perempuan seperti melakukan pendampingan kepada para korban tindak kekerasan sehingga bisa dicegah hal-hal yang dapat mengancam keselamatan jiwa korban.

Kemudian terus memberikan penyuluhan kepada masyarakat dan remaja putri yang rentan menjadi korban tindak kekerasan agar selektif memilih pria yang akan dijadikan pasangan atau pendamping hidup.

Pihaknya juga berupaya mendorong ibu-ibu atau remaja putri menempuh jalur hukum jika menjadi korban pemukulan, kekerasan seksual, tindak kekerasan perkosaan, dan tindak kekerasan lainnya dari suami atau pacarnya, kata Yeni.

Menurut dia, tindak kekerasan terhadap perempuan selama ini angkanya terus meningkat karena korban terkesan membiarkan pelakunya melakukan tindakan pelanggaran hukum itu.

Pelaku tindak kekerasan terhadap perempuan sudah saatnya diberikan pelajaran dengan melaporkan tindakannya kepada aparat kepolisian.

Dengan perlawanan serius dan ditindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku, diharapkan ke depan jumlah korban tindak kekerasan terhadap perempuan di provinsi berpenduduk sekitar 8,6juta jiwa ini bisa ditekan sekecil mungkin, ujarnya. (MD/Ant)