Pemilik Kayu Ilegal Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara

Sayangi.com/Doc

Sampit, Sayangi.com – Dua warga Desa Tumbang Kalang, Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Uan Jemy dan Paisal pemilik 347 kayu ulin ilegal (tanpa dokumen) diancam lima tahun penjara oleh kepolisian karena tidak .

“Kami kenakan pasal 83 ayat 1 huruf b junto pasal 12 huruf e UU nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan dengan ancaman 5 tahun penjara,” kata Kasat Reskrim Polres Kabupaten Kotim AKP Win Widiyanto kepada wartawan di Sampit, Kamis (19/12).

Kayu ulin olehan tersebut dianggap ilegal karena tidak dilengkapi dengan dokumen seperti Faktur Angkut Kayu Olahan (FA-KO) sebagai surat keterangan sah hasil hutan yang mereka bawa.

Berdasarkan pengakuan tersangka kayu ulin olahan tersebut mereka dapat dari areal pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit, di salah perusahaan.

“Kayu ulin olahan illegal tersebut rencananya akan di jual ke sejumlah mebel yang ada di Kota Sampit,” katanya.

Sebelumnya mereka ditangkap oleh jajaran Polsek Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotim pada Minggu (15/12) malam pukul 21.00 WIB.

Pertama kali ditangkap adalah tersangka Uan, di jalan poros Parenggean Pelantaran, KM 7, Desa Karang Sari, Kecamatan Parenggean.

Selang beberapa saat kemudian, sekitar 15 menit setelah itu ditangkap juga tersangka Katung melintas di jalur yang sama.

Dari tangan tersangka Uan, polisi berhasil mengamankan kayu ulin sebanyak 180 potong dengan ukuran kayu ulin beragam seperti 5×10 panjang 2 meter, dan 10×10 panjang 2 meter.

Sedangkan dari tangan tersangka Katung ditemukan 167 potong kayu ulin olahan, dengan rincian 5×10 panjang 2 meter sebanyak 15 potong, dan ukuran 2×20 panjang 2 meter sebanyak 152 pucuk.

Ketika diamankan polisi tersangka Uan Jemy mengangkut ulin menggunakan mobil pickup dengan nomor polisi N 8676 AT.

Sedangkan tersangka Ahmad Paisal alias Katung (42), membawa ulin secara ilegal menggunakan pikap KH 8056 FE.

Keduanya merupakan warga Desa Tumbang Kalang, Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotim. (MD/Ant)

Berita Terkait

BAGIKAN