Ratu Atut Tampak Sedih Saat Penuhi Panggilan KPK

Foto: Sayangi.com/Opak

Jakarta, Sayangi.com – Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah memenuhi panggilan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (20/12). Dia tiba di gedung pukul 10.05 WIB.

Atut yang datang mengenakan batik merah yang dikombinasi kerudung warna hitam, akan diperiksa tim penyidik KPK sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap penangangan sengketa pilkada Lebak di Mahkamah Konstitusi (MK).

Turun dari mobil Pajero Sport warna hitam bernomor polisi B 22 AAH, Atut yang ditemani seorang wanita tak berkomentar sedikitpun. Namun, terlihat wajahnya begitu murung dan sedih. Berbeda dengan kedatangan sebelumnya, saat diperiksa sebagai saksi, Atut masih melemparkan senyum pada awak media. Atut langsung berjalan menuju lobby KPK.

Diketahui dalam kasus suap Pilkada Lebak di MK, Ratu Atut bersama adiknya Tubagus Chaeri Wardhana ditetapkan tersangka. Atut diduga yang menjadi otak penyuapan ke mantan Ketua MK, Akil Mochtar. Dengan itu Atut, dijerat dengan pasal 6 ayat 1 huruf a UU No 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sementara untuk korupsi pengadaan alkes KPK masih merekontruksi pasal-pasal apa saja yang akan dikenakan untuk Atut. Namun, meskipun masih merekontruksi KPK sudah menemukan 2 alat bukti yang cukup sehingga bisa menetapkan sebagai tersangka.(GWH)