Tapering The Fed Bawa Rupiah ke Kisaran Rp 11.700-Rp 12.000

Ilustrasi foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta Jumat (20/12) pagi belum bergerak nilainya atau stagnan di posisi Rp 12.205 per dolar AS.

“Rupiah cenderung masih stabil paska hasil rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang memberikan sinyal pemangkasan stimulus keuangan (tapering off) pada Januari 2014,” kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada di Jakarta, Jumat.

Namun, lanjut dia, mata uang Asia yang cenderung berada di areal negatif setelah merespons hasil rapat FOMC tersebut dapat membawa sentimen negatif bagi nilai tukar domestik. Di sisi lain, pelaku pasar juga sedang “wait and see” menjelang pertemuan Uni Eropa. “Spekulasi dan volatilitas masih potensial terjadi hingga pasar melihat dampak dari ‘tapering off’,” katanya.

Sementara itu, Analis pasar uang Bank Mandiri, Reny Eka Putri mengatakan bahwa kebijakan The Fed diharapkan bisa mereduksi tekanan rupiah dan dana asing keluar (capital out flow).

“Pergerakan mata uang rupiah cenderung terbatas, sudah adanya kejelasan dari eksternal terkait ‘tapering off’ the Fed diharapkan membawa sentimen positif. Untuk jangka pendek, rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp 11.700-Rp 12.000 per dolar AS,” ujarnya.

Meski demikian, lanjut Renny, pelaku pasar juga diharapkan mencermati kondisi internal terkait masih defisitnya neraca transaksi berjalan Indonesia. (MSR/ANT)

Berita Terkait

BAGIKAN