Kemendag: Gerai Ritel Modern Harus Jual 80% Barang Lokal

Ilustrasi foto: getty images

Jakarta, Sayangi.com – Maraknya bisnis ritel tak jarang membuat pelaku bisnis melanggar aturan yang berlaku, sengaja maupun tanpa disengaja. Sementara di sisi lain, ada kesan pembiaran terhadap pelanggaran tersebut, sehingga dunia ritel menjadi rimba tak bertuan.

Hal itu mendorong Kementerian Perdagangan menyempurnakan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 53 Tahun 2008 tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Modern, hal yang sebetulnya sudah lama ditunggu-tunggu.

Dalam rilis yang juga terbaca di laman Kementerian Perdagangan itu, Menteri Perdagangan Gita Wiryawan menyebut tujuan penyempurnaan tersebut untuk menciptakan iklim persaingan usaha yang lebih sehat dalam bisnis ritel.

Beberapa penyempurnaan penting, diantaranya pemilik ritel modern hanya boleh memiliki gerai modern paling banyak 150 buah. Jumlah yang sama juga berlaku bagi pengusaha waralaba. Jika memiliki lebih dari 150, mereka harus menawarkan sisanya dengan cara waralaba atau kemitraan. Peritel modern juga diwajibkan menjual barang dagangan bikinan lokal minimal 80%. Sedangkan barang-barang merek sendiri yang dijajakan di toko modern hanya boleh maksimal 15% dari total dagangan.   

Aturan lainnya, toko modern berbentuk minimarket dilarang menjual barang produk segar dalam bentuk curah. Serta minimarket yang berlokasi di pemukiman penduduk, gelanggang remaja, sekolah, rumah sakit, tempat ibadah, dan stasiun dilarang menjual minuman keras atau minuman beralkohol. (MSR)