Senat Bela Israel, Obama Ancam Veto Sanksi Baru Iran

Foto: Reuters

Washington, Sayangi.com – Gedung Putih mengumumkan, Presiden AS Barack Obama akan memveto sanksi baru terhadap Iran, dalam RUU yang tengah dibahas di Senat.

“Meloloskan undang-undang sanksi baru sekarang akan merusak upaya kami untuk mencapai resolusi damai,” kata Sekretaris Pers Gedung Putih Jay Carney, Kamis (19/12) waktu setempat. “Kami tidak yakin proposal ini diperlukan, karena saya pikir kami telah telah berdiskusi dengan anggota Kongres beberapa kali. Kita tentu tahu itu tidak perlu diberlakukan. Jika itu terjadi, Presiden akan memveto,” tandasnya.

Pada Kamis, sekelompok senator dari Partai Demokrat dan Partai Republik menginisiasi undang-undang baru untuk menjatuhkan sanksi ekonomi lanjutan terhadap Iran, jika negara itu melanggar ketentuan kesepakatan nuklir yang dicapai bulan lalu di Jenewa, Swiss. RUU yang tengah digodok Senat itu juga menyerukan dukungan diplomasi, militer, dan ekonomi untuk Israel, dan sebaliknya memutuskan melancarkan “serangan” terhadap program nuklir Iran.

Pemerintahan Obama tidak puas dengan undang-undang baru karena dalam kesepakatan, tidak ada sanksi ekonomi baru yang dikeluarkan selama perjanjian enam bulan. Pekan lalu, Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan kepada senator yang meloloskan undang-undang, sanksi baru akan melanggar kesepakatan interim.

Sementara itu, Presiden Obama telah berulang kali membela perjanjian itu. “Kita tidak bisa menutup pintu diplomasi, dan kita tidak bisa mengesampingkan solusi damai untuk masalah dunia,” kata Obama. “Kita tidak bisa mempertahankan konflik tak berujung ini, dan sikap keras serta gertakan mungkin menjadi hal yang mudah untuk dilakukan secara politik, tapi itu bukan hal yang tepat untuk keamanan kita,” tambahnya.

Presiden Obama bisa memveto sanksi yang disahkan oleh Kongres jika ia yakin mereka berlawanan dengan agenda kebijakan luar negerinya. (FHR/PTV)

Berita Terkait

BAGIKAN