Kesal Atut Diperiksa, 1500 Warga & Pendekar Banten Geruduk KPK

Foto: Sayangi.com/Chapunk

Jakarta, Sayangi.com – Massa aksi yang terdiri atas pendekar, warga dan majelis yang tergabung dalam Presidium Banten Bersatu menggeruduk dan berorasi di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka tidak menerima Ratu Atut Chosiyah ditetapkan sebagai tersangka dalam 2 kasus yang berbeda yaitu Kasus Suap Pilkada Lebak di Mahkamah Konstitusi (MK) dan Kasus Korupsi Pengadaan Alat Kesehatan.

Menurut salah satu Koordinator Presidium Banten Bersatu, Udin Saparudin selama kepemimpinan Atut kemajuan Banten terlaksana dengan baik. Bahkan ketika memisahkan daerah dengan Provinsi Jawa Barat, Banten lebih layak.

“Pertama infrastruktur pusat kota Banten itu lebih  baik karena Bu Atut. Infrastruktur jalan, peningkatan ekonomi cukup bagus,” ujar Udin Saparudin di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (20/12).

Selain itu, Udin juga menyesalkan sikap KPK yang menetapkan Atut sebagai tersangka terkesan dipolitisasi menjelang tahun politik 2014.

Selain itu, isu-isu mengenai Santet juga tidak benar karena menurut Udin masyarakat Banten menghormati Hukum.
“Salah besar itu mengenai santet,” tegasnya.

Atut yang diperiksa sebagai tersangka dalam kasus suap sengketa pilkada Lebak di Mahkamah Konstitusi. Ia yang tiba digedung KPK sekitar pukul 10.10 tampak raut muka yang sedih lantaran sudah ditetapkan tersangka dalam 2 kasus yang berbeda yaitu kasus suap sengketa pilkada lebak di MK dan kasus korupsi pengadaan alat kesehatan provinsi Banten.

Diketahui dalam kasus suap Pilkada Lebak di MK, Ratu Atut bersama adiknya Tubagus Chaeri Wardhana ditetapkan tersangka oleh KPK. Atut diduga yang menjadi otak penyuapan ke mantan Ketua MK, Akil Mochtar. Dengan itu Atut, dijerat dengan pasal 6 ayat 1 huruf a UU No 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sementara untuk korupsi pengadaan alkes KPK masih merekontruksi pasal-pasal apa saja yang akan dikenakan untuk Atut. Namun, meskipun masih merekontruksi KPK sudah menemukan 2 alat bukti yang cukup sehingga bisa menetapkan sebagai tersangka.(GWH)