Kartu Papua Sehat Dapat Layani Pembuatan Bayi Tabung

Foto: istimewa

Jayapura, Sayangi.com – Berbeda dengan kartu sehat di beberapa daerah, Kartu Papua Sehat (KPS) dapat melayani pembuatan bayi tabung. Hal ini diutarakan Direktur Eksekutif Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua (UP2KP), Aloysius Giyai.

“KPS juga dapat mengcover semua penyakit pasien termasuk bayi tabung, kecuali untuk perawatan kecantikan dan bikin gigi palsu,” tegasnya di Jayapura, Jumat (20/12).

Giyai, seperti dilansir Antara, menuturkan KPS yang berlaku mulai 1 Januari 2014 di tanah Papua tersebut, selain dapat digunakan pada rumah sakit. KPS juga dapat digunakan pada pelayanan pengobatan dasar di puskesmas (pusat kesehatan masyarakat), pustu (puskesmas pembantu) dan polindes (poli klinik desa) yang terletak di kampung.

“KPS juga akan dibagikan pada 14 daerah terisolir di tanah Papua. KPS akan berlaku bersamaan dengan kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari pemerintah pusat,” tandasnya.

Ia menjelaskan pembiayaan KPS akan bersumber dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kabupaten dan sebagian ditanggung oleh Pemerintah Pusat dengan dana APBN. Perkiraan dana untuk tahap awal pemberlakuan KPS sekitar Rp 400-500 milyar.

“Sebanyak 1,7 juta keping KPS akan dibagikan kepada masyarakat setempat. KPS nantinya akan menggantikan Kartu Jaminan Kesehatan Papua (Jamkespa). Pengobatan dengan KPS akan menggratiskan segala biaya yang dibebankan kepada pasien.

“Dari perkiraan jumlah penduduk Papua sebanyak 3 juta jiwa, ada sekitar 1,7 juta jiwa orang asli Papua,” tukasnya.

Ia menambahkan dalam penerapannya, ada tiga kelebihan KPS dibandingkan dengan Jamkespa. Diantaranya peserta yang dapat dilayani di KPS adalah orang asli Papua sesuai dengan amanat UU Otsus. Keuntungan lainnya, KPS juga dapat digunakan bagi masyarakat keturunan peranakan Papua, bahkan KPS dapat digunakan bagi masyarakat non-Papua.

“Di dalam Jamkespa, hanya berlaku bagi masyarakat Papua yang miskin. Tapi di KPS, aturan ini tak berlaku,” katanya.(GWH)

Berita Terkait

BAGIKAN