KPK: Atut Ditahan Untuk Finalisasi Berkas

Foto: sayangi.com/Opak

Jakarta, Sayangi.com- Setelah diperiksa 6 jam oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka dalam kasus suap pilkada Lebak di lingkungan Mahkamah Konstitusi, Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah resmi ditahan.

“Hari ini KPK melakukan penahanan terhadap tersangka RAC, gubernur Banten,” ujar juru bicara KPK, Johan Budi di kantornya, Kuningan, Jakarta, Jumat (20/12).

Penahanan Atut sendiri terkait proses finalisasi berkas perkara sebelum masuk ke tahap penuntutan. Orang nomor wahid di provinsi Banten ini ditahan untuk 20 hari pertama. “Sejak, Jumat (20/12) di Rutan KPK cabang Pondok Bambu,”

Diketahui, Atut ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada, Selasa (17/12). Ia disangkakan bersama-sama sang adik Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan dan Pengacara Susi Tur Andayani menyuap mantan ketua MK Akil Mochtar dalam pengurusan sengketa Pilkada Lebak, Banten.

Dalam kasus ini, politisi Partai Golkar ini disangkakan melanggar Pasal 6 Ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Sebelumnya, kasus ini mencuat pasca penyidik KPK menggelar operasi tangkap tangan terhadap mantan Ketua MK Akil Mochtar, serta dua orang lainnya yakni Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan dan pengacara Siti Tur Andayani, yang merupakan kuasa hukum pasangan Amir-Kasmin. Wawan dan Susi diduga bakal menyuap Akil dengan uang senilai Rp1 miliar dalam sengketa Pilkada Lebak. (S2)