Petisi Sejiwa ke Kemendikbud: Hapuskan MOS dan OSPEK

Foto: sayangi.com/castro

Jakarta, Sayangi.com – Beberapa anak orang tua yang tergabung dalam komunitas Semai Jiwa Amini (Sejiwa) mengaku resah dengan kerap terjadinya kekerasan di Masa Orientasi Siswa (MOS) sekolah atau Orientasi Pendidikan Kampus (Ospek) di lingkunga kampus.

Berkumpul di Taman Suropati, Menteng, Jakarta, Sabtu (21/12), mereka mengutuk keras trend kekerasan itu dan mengajukan petisi buat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Ketua Sejiwa, Diena Haryana dalam orasinya menyatakan, sekolah seharusnya membangun paradigma kritis-imajinatif. Bukan sebaliknya, menanamkan budaya kekerasan yang akan berkembang menjadi budaya buruk.  

“Kekerasan harus di-stop di sekolah di Indonesia,” ujarnya di hadapan peserta aksi antikekerasan sekolah di Taman Suropati, Menteng. Aksi yang disisipi lagu-lagu perdamaian anak itu berlangsung ceria. Kata Diena, aksi tersebut merupakan kampanye antikekerasan, sehingga harus ditunjukkan dengan simbolisme perdamaian.

Turut hadir di acara itu Ketua Komunitas Anak Indonesia, Sita Soetomo. “Beberapa hari lalu saya melihat beberapa foto dan data dari gambaran kekerasan pada MOS dan Ospek. Salah satunya saat Ospek di ITN malang,” sebut sita. Herannya, tambah Sita, tidak ada perhatian yang serius dari lembaga pendidikan negara terhadap hal itu. “Karena alasan itulah kita melakukan aksi ini,” ujarnya.

Di akhir aksi, dipimpin Ketua Sejiwa, mereka menyampaikan petisi yang ditujukan ke Kemendikbud. Pertama, Sejiwa mendesak Kemendikbud menghapus Ospek dan MOS dalam dunia pendidikan. Kedua, memberikan sanksi tegas kepada sekolah atau universitas yang melanggar dan masih melakukan tindakan kekerasan. (MSR)

Berita Terkait

BAGIKAN