Jembatan Bajarum Sampit Terancam Ambruk Ditabrak Tongkang

Foto: http://wikimapia.org

Sampit, Sayangi.com – Jembatan Bajarum, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, terancam ambruk setelah tiang penyangganya ditabrak tongkang pengangkut hasil tambang biji besi, Sabtu dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB.

“Tadi malam tiba-tiba terdengar benturan cukup keras, ternyata saat kami keluar sebuah tongkang menabrak tiang jembatan,” kata Wandi, salah aeorang warga sekitar Jembatan Bajarum (21/12).

Masih belum diketahui secara pasti tongkang pengangkut biji besi itu milik siapa, namun informasinya tongkang tersebut milik perusahaan pertambangan PT Feron Tambang Kalimantan (FTK).

Jembatan Bajarum ditabrak tongkang bukan untuk yang pertama kalinya, namun sudah beberapa kali dan sekarang yang paling parah hingga hampir ambruk.

Akibat ditabrak tongkang sekarang tiang penyangga jembatan bagian pinggir pecah dan lantai jembatan bergeser beberapa centi.

Selain bergeser, pada bagian lantai jembatan terdapat rongga yang lumayan lebar, yakni sekitar 7-10 centi meter.

Sebelumnya, rongga pada bagian lantai jembatan tidak terlalu lebar, namun karena banyak dilalui oleh kendaraan sekarang jadi lebar, sebab jembatan baru ditutup pada pukul 08.00 WIB.

“Kondisi jembatan sekarang sangat memprihatinkan, bahkan jembatan sepanjang 500 meter yang melintasi sungai Mentaya itu sekarang terancam ambruk. Jangankan dilalui mobil dilewati sepeda motor saja bergoyang,” katanya.

Sejak ditutupnya jembatan Bajarum tersebut arus lalu lintas dari Sampit, maupun yang akan keluar Kota Sampit sekarang lumpuh total.

Ribuan kendaraan roda empat tidak dapat melanjutkan perjalanan dan sebagian lagi harus balik arah.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Kotim Rustam Fuadi mengatakan untuk keselamatan lalulintas jembatan Bajarum sekarang ditutup hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

“Kami masih belum bisa memastikan sampai kapan penutupan jembatan tersebut akan berlangsung, yang jelas hingga kontruksinya diperbaiki, dan benar-benar aman untuk dilalui,” ucapnya.

Sebagai langkah alternatif untuk sementara kendaraan roda empat bisa melalui jalur di kawasan perkebunan kelapa sawit, yakni mulai dari simpang Desa Pelantaran hingga tembus ke ruas jalan Jenderal Sudirman.

“Dalam waktu dekat kami akan meminta bantuan ke pihak Perhubungan pusat untuk menyediakan kapal ferri penyeberangan,” jelasnya. (ANT)