Oposisi Thailand Terpecah: Ikut Atau Tidak Ikut Pemilu

Foto: Reuters

Bangkok, Sayangi.com – Oposisi Thailand bertemu hari Sabtu (12/12) ini untuk mempertimbangkan memboikot Pemilihan Umum  mendatang. Sementara di jalan-jalan, pemrotes menyiapkan pawai untuk menggulingkan pemerintah.

Partai Demokrat yang beroposisi, yang para anggota parlemennya mengundurkan diri secara massal untuk bergabung dengan demonstran, dijadwalkan mengadakan pembicaraan apakah akan berpartisipasi dalam pemilihan 2 Februari 2014 nanti, yang dijadwalkan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra.

Para pengamat mengatakan, pemilihan tersebut menimbulkan dilema bagi kelompok Demokrat – partai tertua di Thailand yang belum pernah menang dalam pemilihan umum dengan suara mayoritas selama dua dekade terakhir. Kalau memboikot pemilihan, partai itu terancam tidak ikut dalam proses politik, sementara keputusan ikut pemilihan akan tak sejalan dengan para pemrotes yang bertekad menggagalkan pemungutan suara itu.

Sebanyak 200 anggota partai memulai pertemuan Sabtu siang, kata Ongart Klampaiboon, wakil pemimpin oposisi, dan menambahkan bahwa dia tak yakin berapa lama pembicaraan akan berlangsung membahas hal tersebut. “Saya pikir pertemuan akan memakan waktu, tapi saya tidak tahu berapa lama kami akan membuat keputusan,” kata dia kepada kantor berita AFP.

Para anggota partai tampaknya terbelah menjadi 50:50 apakah akan mengikuti pemilihan itu. Demokrat pada Senin mengirim sepucuk surat kepada partai-partai lain meminta penundaan pemilihan karena protes-protes sedang berlangsung, kata Ongart.

Tapi partai berkuasa Puea Thai, yang diperkirakan menang dalam pemilihan, menolak permintaan itu. Pendaftaran partai yang akan mengikuti pemilihan mulai Senin dan berlangsung hingga 27 Desember. Boikot oleh partai Demokrat pada 2006 menimbulkan suasana politik tak menentu yang mendorong kudeta militer menggulingkan Thaksin. (MSR/ANT)