Ini Cerita Wartawan Korban Kebrutalan Polisi di Gedung KPK

Foto: Sayangi.com

Jakarta, Sayangi.com – Kebrutalan polisi memukul wartawan menjadi cerita tersendiri di balik penahanan Ratu Atut di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (20/12/2013). Setidaknya ada tiga wartawan yang merupakan fotografer menjadi korban, karena hendak mengambil gambar Ratu Atut.

Pantauan Sayangi.com, wartawan yang jadi korban pemukulan polisi itu mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuh. Seperti lengan, lutut, hingga bagian perut. Hal ini di antaranya dialami Opak, salah seorang fotografer Sayangi.com yang jadi korban pemukulan polisi.

Menurut Opak, peristiwa itu terjadi karena ia mencoba menyelamatkan rekannya yang merupakan reporter Tribunnews.com, Aco. Pasalnya, Aco ‘digebukin’ polisi lantaran mendekati Ratu Atut mobil tahan KPK untuk wawancara.

“Jadi teman anak Tribun mau wawancara atut, tapi oleh empat polisi tiba-tiba digebukin,” kata Opak, Sabtu (21/12/2013).

“Melihat kejadian itu saya coba lerai, tapi polisi juga mau pukul saya. Akhirnya saya melawan juga, tapi tiba-tiba puluhan polisi lainnya ikut gebukin saya.”

Setelah ‘digebukin’ puluhan polisi tersebut, ia mengaku tidak menyadari lagi. Bahkan, ia tidak tahu jika sudah banyak luka di bagian tubuhnya lantaran keganasan polisi tersebut.

“Setelah digebukin, saya lihat flash (kamera) saya sudah hilang. Flash (kamera) anak Rakyat Merdeka dan Suara Pembaruan juga dipatahin karena juga mau ngelerai polisi. Jadi empat wartawan jadi korban keganasan polisi,” jelasnya.

“Kita mau polisi bertanggung jawab atas semua ini, menindak anak buahnya yang brutal dan mengganti flash kami.”