Menristek: Mobil Listrik Jangan Ulangi Kegagalan Mobnas

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Pemerintah menargetkan mobil listrik secara massal dan digunakan oleh masyarakat Indonesia pada 2017. Sebelum produksi massal, pada 2014 terlebih dahulu akan diproduksi mobil listrik non-komersial. Rencanannya dalam waktu dekat akan disiapkan kelayakannya.

Demikian dikatakan Menteri Riset dan Teknologi RI Gusti Muhammad Hatta dalam acara “Malam Keakraban Teknologi Kendaraan Listrik ” di Ruang Auditorium Gedung 2 BPPT Lantai 3 Jln M.H Thamrin, No. 8 Jakarta Pusat, Sabtu (21/12/2013)

Malam Keakraban Teknologi Kendaraan Listrik ini disemarakkan dengan Tarian Budaya Betawi Langgam Jakarta dan pemutaran video roadshow uji coba kendaraan listrik di empat kota besar di Indonesia.

Menristek menjelaskan bahwa pada 2016 Indonesia sudah bisa memproduksi untuk komersial, dan setelah itu pada 2017 mobil siap produksi massal. Seluruh kendaraan listrik tersebut adalah hasil karya anak bangsa, baik para rekayasa dan peneliti di Litbang maupun pelaku industri lokal.

Menristek menambahkan, setelah dilakukan sosialiasasi dan uji coba, ternyata tanggapan masyarakat sangat positif.

“Jangan sampai terjadi seperti dulu, ada mobil nasional hilang, muncul hilang. Artinya kita sekarang ingin sungguh-sungguh,” kata Gusti, dalam sambutannya.

Menurutnya, mobil listrik ini dibuat dengan tujuan di antaranya untuk mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dan mengurangi pencemaran lingkungan. Oleh karenanya, pihaknya sengaja membuat mobil yang rendah emisi karbonnya.

“Maka, kita buatlah kendaraan berbasis listrik. Mobil listrik ini ramah sekali, tidak membuat dosa (tidak mengganggu orang lain, red),” tandasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala BBPT Adrianto Ardoyo, perwakilan LIPI Budy Prawara, dan Bupati Banjar Haji Sultan Khairul Saleh. Hadir juga Wakil Bupati Tanah Laut H. Sukamta dan perwakilan dari Kabutapen Trenggalek, Joko Purwanto. Selain itu, hadir pula perwakilan lima kota uji coba mobil listrik.

Dalam acara ini dilakukan pula penandatanganan kerjasama (MoU ) bahan baku baterei litium antara Kemenristek, LIPI dengan Pemerintah Banjar, Tanah Laut, dan Trenggalek yang disaksikan oleh Menteri Riset dan Teknologi RI Gusti Muhammad Hatta.

Sementara itu Menko Bidang Ekonomi Hatta Rajasa yang dijadwalkan akan memberikan orasi industrialisasi teknologi kendaraan listrik berhalangan hadir. (MI)