PKS: Jatim Akan Jadi Penyumbang Suara Utama PKS di DPR

Foto: Ant

Surabaya, Sayangi.com – Presiden PKS Anis Matta menargetkan Jawa Timur akan menjadi penyumbang utama perolehan suara untuk DPR RI dengan lompatan “kursi” DPR RI dari enam menjadi 13 kursi.

“Kalau dari Pemilu 2004 ke Pemilu 2009 ada peningkatan dari dua menjadi enam kursi, maka Pemilu 2014 sangat mungkin terjadi lompatan suara,” katanya di Surabaya, Sabtu (21/12/2013) malam.

Di sela-sela Temu Kader PKS se-Jatim, ia mengharapkan lompatan suara itu akan didapat dari dua kemungkinan, yakni mendekati pemilih pemula dan memperluas basis pemilih tradisional.

“Untuk itu, saya bertemu para kader untuk menegaskan bahwa tugas utama para kader adalah mendekati pemilih pemula, sekaligus memperluas dukungan pemilih tradisional,” katanya.

Dalam kaitan itu, salah satu dari tiga kandidat kuat capres dari hasil Pemilu Raya PKS itu mengatakan pihaknya akan menghadiri undangan pimpinan Pesantren Lirboyo, Kediri (22/12/2013).

Ditanya tentang peluang dirinya menjadi capres PKS, ia menyampaikan terima kasih atas dukungan kader-kader PKS, termasuk PKS Jatim, namun dirinya lebih mendorong kandidat lain.

“Tapi, peluangnya ada dua yakni percaya diri atau tahu diri. Untuk capres, saya pilih tahu diri, karena saya bukan dari wilayah mayoritas atau wilayah Jawa,” katanya.

Secara terpisah, Ketua DPW PKS Jatim Hamy Wahyunianto menegaskan bahwa pihaknya memang menargetkan peningkatan perolehan kursi untuk DPRD Jatim dan DPR RI, di antaranya melalui caleg-caleg Nahdliyyin.

“Kalau tahun lalu hanya enam kursi DPR RI, maka pemilu mendatang akan kami patok 13 kursi, termasuk kursi DPRD Jatim juga ditargetkan menjadi 13 kursi dalam Pemilu 2014,” katanya.

Menurut dia, target itu akan diperjuangkan melalui tiga komponen yakni tokoh (ulama), mesin (teritorial/dapil), dan citra (media center).

“Untuk menggerakkan mesin partai, kami akan memasang caleg urutan 1-3 dari kalangan nahdliyyin. Itu sesuai komitmen kami kepada PWNU Jatim saat kami bertandang, terutama di ‘tapal kuda’,” katanya.

Ia menambahkan caleg Nahdliyyin itu akan mengisi dapil-dapil yang selama ini ada “kekosongan” kader. “Kira-kira ada lima dapil yang diisi caleg-caleg Nahdliyyin atau alumni pesantren,” katanya. (MI/Ant)