Oposisi Thailand Boikot Pemilu Tahun Depan

Bangkok, Sayangi.com – Kubu oposisi utama Thailand, Partai Demokrat, Sabtu (21/12/2013) mengatakan tidak akan ikut serta dalam pemilihan umum dini Februari 2014.

Langkah tersebut tampaknya akan makin memperkeruh krisis politik di sana.

Dalam pernyataannya, pemimpin partai yang juga mantan perdana menteri, Abhisit Vejjajiva, menyatakan boikot ditempuh untuk menjamin agar pemerintah Thailand kembali ‘mewakili rakyatnya’.

Perdana Menteri Yingluck Shinawatra sudah menyatakan akan menggelar pemilihan umum dini untuk menanggapi aksi unjuk rasa yang menuntut dia mundur.

Partai Pheu pimpinan Yingluck menang mutlak dalam pemilihan sebelumnya dan diperkirakan akan menang kembali jika pemilu Februari dilaksanakan.

Sebelumnya Kepala staf Angkatan Darat Thailand, Jenderal Prayut Chan-ocha, memperingatkan kemungkinan pecahnya perang saudara jika pemilihan umum dini tersebut tetap dilaksanakan.

Kubu oposisi menggelar aksi unjuk rasa sejak awal bulan untuk mendesak pengunduran diri Yingluck karena dianggap didalangi oleh abangnya, Thaksin Shinawatra yang digulingkan militer dari kursi perdana menteri tahun 2006.

Thaksin – yang kini melarikan diri ke luar negeri sudah didakwa secara in absentia dalam kasus korupsi.

PM Yingluck menolak untuk mengundurkan diri dan menegaskan hanya pemilihan umum yang bisa memutuskan pihak yang memerintah namun kubu oposisi ingin pemerintah diganti ‘Dewan Rakyat’ yang akan menyusun rencana reformasi politik. (BBC)

Berita Terkait

BAGIKAN