Hati-hati, Merokok di Padangpanjang Bisa Didenda Rp 5 Juta

saharalaptop.blogspot.com

Padangpanjang, Sayangi.com – Peringatan di atas terutama ditujukan kepada warga yang hendak berkunjung ke Padangpanjang, disarankan tidak merokok di sembarang tempat. Bila anda kedapatan merokok di kawasan tanpa rokok, denda Rp 5 juta menanti anda.

Setidaknya itulah bunyi Peraturan Daerah (Perda) Tanpa Rokok pengganti Perda No.8 Tahun 2009. Bahkan perusahaan yang membuat baliho atau iklan rokok di seluruh wilayah Kota Padangpanjang dikenai denda maksimal Rp 15 juta, dan penjual rokok di kawasan tanpa rokok didenda Rp.10 juta.

“Komitmen itu akan diundangkan 2014 setelah disahkan oleh DPRD Kota Padangpanjang beberapa waktu lalu,” kata Wakil Wali Kota Padangpanjang, Mawardi di Padangpanjang, Minggu (22/12).

Pemberian sanksi denda bagi pelanggar itu,  lanjut Mawardi, mengingat selama ini penerapan Perda No 8 Tahun 2009 tentang kawasan tanpa asap rokok belum maksimal.

“Perda No 8 Tahun 2009 tentang Kawasan Tanpa Asap Rokok hanya sebatas pembatasan bagi masyarakat merokok di tempat umum, sementara sanksi bagi yang melanggar tidak ada,” katanya.

Bahkan mantan Kepala Dinas Kesehatan Kota Padangpanjang itu menegaskan, Perda Tanpa Rokok itu juga lebih detail larangan bagi masyarakat terhadap rokok.

“Selama ini Perda kawasan tanpa asap rokok juga melarang pemasangan iklan rokok berbentuk reklame dan baliho, namun sekarang lebih detail larangan hingga pemasangan di toko atau kios,” katanya.

Sebelum diaplikasikan secara efektif, Pemkot Padangpanjang terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan instansi pemerintahan.

“Perda Tanpa Rokok itu akan kita undangkan 2014. Selama enam bulan kita akan sosialisasikan kepada masyarakat dan setelah itu ucicoba selama satu tahun,” katanya.

Mekanisme penerapan Perda Tanpa Rokok itu nantinya, tegas Mawardi, Pemkot akan membentuk satuan tugas dari instansi terkait dan termasuk masyarakat dalam aksinya.

Kepada masyarakat, Mawardi juga mengimbau agar bisa mematuhi Perda yang sudah ditetapkan itu, sehingga apa yang diharap dalam bidang kesehatan bisa terwujud. (MD/Ant)

Berita Terkait

BAGIKAN