Demi Kelancaran Ibadah Umat Kristiani, BM PAN Amankan Natal

Jakarta, Sayangi.com – Dewan Pimpinan Pusat Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) menghimbau seluruh kadernya di seluruh Indonesia agar ikut mengamankan proses pelaksanaan misa Natal 2013 ini. Organisasi sayap Partai Amanat Nasional (PAN) ini ingin pelaksaan ritual umat Kristiani tersebut berjalan lancar, aman, dan damai.

Wakil Ketua Umum DPP BM PAN, Raji Sitepu mengatakan, DPW, DPD, DPC dan DPRT organisasinya bisa bekerjasama dengan aparat kepolisian untuk menjaga jalannya proses ritual Natal. Menurut Raji, pelaksanaan Natal tak boleh diganggu, dihujat ataupun diteror karena Indonesia merupakan negeri yang plural dan multikurltural.

“Yang kita inginkan bagaimana umat beragama di Indonesia ini bisa damai, saling menghormati, toleran. Makanya kita di DPP mengimbau agar kader-kader di masing-masing daerah ikut serta menjaga jalannya Natal ini,” kata Raji di Jakarta, Minggu (22/12).

Menurut Raji, harmonisasi dalam beragama tidak hanya sekedar wacana dan kajian semata, tapi diperlukan kerja kongkrit bagaimana antar umat beragama saling membantu, dan menghormati sesuai ajaran kitab suci yang diyakini. Maka dari itu, lanjut dia, BM PAN ingin mengimplentasikan pesan ajaran agama (Islam) yang sebenarnya.

“Semua agama, termasuk agama Islam menganjurkan dan mengajarkan nilai-nilai moral dan etika bagaimana misalnya menjaga keharmonisan antar sesama. Bagaimana pun juga, bangsa kita tidak hanya dihuni oleh satu kolompok, golongan, dan kepercayaan serta keyakinan,” kata Raji.

Lebih lanjut, Raji mengingatkan kembali tentang sejumlah tokoh pahlawan non muslim yang ikut memperjuangkan kemerdekaan negeri yang kini dihuni sekitar 250 juta jiwa manusia ini. Sebut saja misalnya perjuangan F.L Tobing dan T B Simatupang, Christina Martha Tiahahu, I Gusti Ngurah Rai, Robert Wolter Monginsidi, Romo Albertus Soegiyapranata, Yosaphat Sudarso, Maria Walanda Maramis, Agustinus Adi Sucipto, Ketut Jelantik, Dr Johanes Leimena,Johannes Abraham Dimara,Frans Kaisepo, Marthen Indey, Silas Papare, I Gusti Ketut Jelantik dain sebagainya.

“Mereka merupakan pahlawan-pahlawan non muslim yang membela kedaulatan NKRI dengan darah bahkan nyawa mereka dari penjajahan bangsa asing. Mereka tidak pernah berpikir bahwa kemerdekaan diperjuangkan oleh kaum muslim tetapi non muslim pun wajib berjuang untuk merebut kemerdekaan. Makanya, kami dari BM PAN ingin melanjutkan dan melaksanakan spirit perjuangan mereka untuk kedamain Indonesia,” katanya. (S2)