29.6 C
Jakarta
Senin, 26 Juni 2017

Bunuh Diri dengan Menabrakkan Mobil Tewaskan Tujuh Orang

Foto: BBC

Banghazi, Libya, Sayangi.com – Seorang pembom bunuh diri menabrakkan mobilnya yang membawa bahan peledak ke satu pos pemeriksaan keamanan di Kota Benghazi, Libya timur, Minggu (22/12/2013). Akibat peristiwa tersebut, menurut para saksi mata dan sumber-sumber keamanan setempat, sedikitnya tujuh orang tewas.

“Serangan itu menyebabkan tubuh korban tidak utuh lagi di sekitar lokasi kejadian,” kata Moetez al-Agouri, personel polisi di pos itu.

Jumlah korban mungkin bertambah, sementara itu pihak berwenang masih mengidentifikasi mereka.

“Tujuh mayat yang termasuk di antara para korban telah diidentifikasi, tetapi beberapa mayat lainnya tidak utuh lagi akibat ledakan itu,” kata Aguiri.

Ia sedang bekerja di pos pemeriksaan itu saat bom meledak, tetapi selamat kendati pun mengalami luka-luka.

Menurutnya, delapan orang, termasuk para warga sipil, cedera akibat serangan di pos pemeriksaan 50 km timur Benghazi dan dibawa ke rumah sakit kota terdekat Tokra.

Seorang saksi mata mengemukakan kepada AFP bahwa ledakan itu menyebabkan terjadi lubang besar di lokasi itu.

Kepala pos keamanan itu, Fraj al-Abdelli, yang cedera akibat serangan itu mengatakan bahwa pos pemeriksaan telah menerima beberapa ancaman sejak menahan empat orang November 2013, karena membawa senjata-senjata, bahan peledak, uang dan satu daftar lokasi yang akan diserang.

Ia mengatakan, satu konvoi polisi yang membawa para tersangka ke barak-barak Benghazi setelah penahanan mereka diserang ketika memasuki kota itu. Empat tentara tewas dan tiga lainnya cedera dalam serangan itu.

Benghazi, pusat pemberontakan tahun 2011 yang menggulingkan diktator yang lama berkuasa Muammar Gaddafi, telah dilanda serangkaian serangan dalam bulan-bulan belakangan ini yang menewaskan lebih dari 300 orang.

Pada Jumat (20/12/2013), ketua intelijen militer di Benghazi ditembak mati sewaktu mengunjungi keluarganya di kota terdekat Derna.

Bahkan, Duta Besar AS untuk Libya, J. Christopher Stevens, pada September tahun lalu juga tewas akibat serangan bersenjata di Konsulat AS di Benghazi.

Berita Terkait

BAGIKAN