Panggil Boediono, Ketua Komisi III: Timwas Langgar Konstitusi

Foto: Sayangi.com/Hurri Rauf

Jakarta, Sayangi.com – DPR sudah memperpanjang masa kerja Timwas Century. Timwas sedianya akan memanggil kembali Wakil Presiden Boediono, untuk dimintai keterangan terkait kasus dugaan skandal Bank Century.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi III DPR RI, Pieter Zulkifli dari Fraksi Partai Demokrat mengatakan, diperpanjangnya masa kerja Timwas lebih banyak muatan politisnya. Sebab, kasus dugaan korupsi yang menelan kerugian negara senilai Rp 6,7 triliun itu sudah ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Jika sikap Timwas ngotot seperti sekarag ini kesan yang tampak bahwa Timwas ingin menjadikan Boediono menjadi target. Jika kerja timwas seperti itu berarti timwas melakukan pelanggaran terhada Konstitusi,” kata Pieter saat dihubungi Sayangi.com, Minggu (22/12).

Menurut Pieter, diperpanjangnya masa kerja Timwas lebih banyak muatan politisnya. Sebab, selama ini kinerja KPK  sudah luar biasa. Kinerja KPK itu misalnya tampak ditetapkannya tiga orang tersangka kasus yang diduga melibatkan perjabat tinggi negara tersebut.

“KPK telah menetapkan 3 tersangka. Timwas mau apa lagi?,” tanya Pieter.

Menurut Pieter, pemanggilan Boediono ke Timwas Century sama sekali tak memiliki urgensi. Dikatakannya, tugas DPR saat ini hanyalah melakukan pengawasan terhadap aparat penegak hukum yang menindaklanjuti rekomendasi DPR.

“Poin penting saya adalah mendorong proses penegakan hukum, biarkanlah KPK bekerja profesional untuk menuntaskan kasus ini. Jangan ada kegiataan yang justru mengintervensi peran dan profesionalime KPK dalam menuntaskan kasus tersebut,” katanya.

Lebih lanjut, Pieter mengajak rekan-rekannya di DPR untuk konsisten menyerahkan kasus Century kepada penegak hukum. Sebaiknya, kata dia, Timwas jangan terus melakukan kegiatan yang justru mempolitisir fakta-fakta yang benar.

“Jika ada hal-hal yang baru silahkan Timwas menyerahkannya pada KPK,” katanya. (S2)