Mahfud MD: Kemiskinan Jadi Pintu Masuk Radikalisasi Beragama

Foto: Sayangi.com/emil

Bandung, Sayangi.com – Kemiskinan di Indonesia yang tidak kunjung teratasi secara tuntas, itu merupakan salah satu pintu masuk bagi berbagai aliran dan faham keagamaan.

Demikian diungkapkan Mahfud MD dalam Halaqoh Nasional II PBNU di Ponpes Al Qur’an Al Falah 2, Nagreg, Bandung, Minggu (22/12/2013)

“Coba bayangkan, kesenjangan kita ini sangat menyolok. Contohnya 1 persen orang di Indonesia ini menguasai hampir lebih dari 70 persen lahan. Sedangkan sisanya yang mencapai lebih dari 200 juta itu hanya menguasai sekitar 30 persen lahan,” kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu.

Angka tersebut, menurut Mahfud, sejalan dengan angka kemiskinan sebagaimana yang diasumsikan World Bank itu mencapai lebih dari 90 juta orang. Sebaliknya, jika merujuk pada batasan pemerintah Indonesia, angka kemiskinannya tidak lebih dari 28-an juta orang.

Terlepas dari polemik mengenai jumlah tersebut, Mahfud mengakui bahwa kemiskinan menjadi salah satu sumber radikalisasi berbasis agama.

Oleh karena itu, menurut Capres PKB tersebut, NU perlu meningkatkan peran dan partisipasinya di masyarakat agar kemiskinan tidak menjadi pemicu gerakan-gerakan radikal atas nama agama.

“Jadi, keberhasilan para Pendiri NU dalam melakukan Islamisasi di Indonesia selama ini harus diteruskan agar Islam tampil dengan wajah bersahabat, bukan semakin garang dan menakutkan.”