Dua Alasan Indonesia Gagal Total di SEA Games Myanmar

Nay Pyi Taw, Sayangi.com – Indonesia gagal menembus posisi tiga besar dan hanya mampu menduduki peringkat empat daftar perolehan medali setelah di hari terakhir SEA Games 2013.

Kontingen Merah Putih yang sebelumnya menyandang predikat juara umum, terjun bebas ke posisi empat dengan perolehan raihan 65 medali emas, 84 perak, dan 111 perunggu. Indonesia berada di bawah Thailand, Myanmar, dan Vietnam yang masing-masing menduduki posisi satu hingga tiga.

Kondisi ini sebelumnya sudah di prediksi oleh pemerintah yang kemudian hanya menargetkan posisi tiga besar.

Berikut beberapa alasan kegagalan Indonesia di ajang multieven dua tahunan terbesar se-Asia Tenggara tersebut:

1. Beberapa nomor dari sejumlah cabang olahraga terukur meleset dari target, misalnya angkat besi, renang, perahu naga, sampai atletik.

“Itu target medali yang diperebutkan 154 medali emas, kita kalau bisa mendapat 48 medali emas, atau kurang lebih 30 persen sudah juara umum, khusus terukur ya,” ujar Koordinator Cabang Olahraga Terukur Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima), Hadi Wihardja, waktu lalu.

Sebelumnya, Ketua kontingen Indonesia (Chief de Mission/CDM), Asrizal Tanjung juga sempat mengungkapkan, bahwa untuk menjadi juara umum sedianya kontingen Indonesia harus mengumpulkan 120 medali emas. Namun hal itu juga gagal diraih.

Hasil akhir yang didapatkan di Myanmar semua jauh dari target. Renang, misalnya, hanya meraih 5 emas, karate 2 medali emas. Sementara cabang olahraga taekwondo pulang tanpa satu medali emas pun.

2,. Peralatan pertandingan dan latihan serta uang saku yang kerap terlambat.

“Secara psikologis aspek-aspek itu pasti mengganggu persiapan atlet. Ibarat pekerja yang bekerja tapi tidak dibayar, hasilnya mereka tidak akan bisa optimal,” kata Hadi, ketika dihubungi wartawan di Yangon.

“Diharapkan hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi. Apalagi tahun depan pasti lebih berat lagi, karena ada Asian Games,” tambahnya kemudian.

Sementara itu, Ketua kontingen Indonesia (Chief de Mission), Asrizal Tanjung ketika ditemui wartawan, di Nay Pyi Taw, Minggu (21/12) mengungkapkan, para atlet sudah berusahan semaksimal mungkin melakukan tugasnya.

“Tapi, Anda juga harus lihat peta kekuatan atlet-atlet terjadi pergeseran yg sangat signifikan, banyak atlet berprestasi dari negara lain,” jelas Asrizal

“Selain itu, kita juga tidak ikut satu cabang olahraga yang punya banyak medali seperti chinlone. Itu sudah membuat kita kehilangan banyak medali. Unggulan kita di 61 nomor juga tidak dipertandingkan sama sekali. Kembali lagi, upaya maksimal yang dilakukan kontingen sudah begitu kuat, namun tantangannya juga berat,” kata dia.

Asrizal pun berharap, ke depan sistem pembinaan untuk atlet bisa lebih ditingkatkan dan dipertajam lagi.

“Sistem pembinaan dengan talent scouting harus dipertajam, sistem pembinaan olahraga dengan sport science ditingkatkan, sistem kompetisi di dalam dan luar negeri. Jadi kesempatan bertanding semakin tinggi, mental anak-anak juga semakin kuat,” lanjut Asrizal.

“Lagi pula jumlah atlet muda nasional tidak sebanyak negara lain. Tentu ini akan jadi peluang kita untuk menurunkam atlet-atlet berkualitas di multievent mendatang,” simpulnya.

Berikut daftar perolehan medali hingga pukul 18.30 WIB.

Country Gold Silver Bronze
Thailand
107 94 81
Myanmar
86 62 85
Vietnam
73 86 86
Indonesia
65 84 111
Malaysia
43 38 77
Singapore
34 29 45
Philippines
29 34 38
Laos
13 17 49
Cambodia
8 11 28
Timor-Leste
2 3 5
Brunei
1 1 6

Berita Terkait

BAGIKAN